Tim Soft Tennis Indonesia berpotret berbareng saat menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP Pesti) di Jakarta, Selasa (11/6/2026).(ANTARA/Aloysius Lewokeda)
TIMNAS Soft Tennis Indonesia menetapkan sasaran realistis dengan mengincar dua lencana perak di arena Asian Games Aichi-Nagoya 2026, nan bakal berjalan di Jepang, 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan peta kekuatan musuh di area Asia nan dinilai cukup tangguh.
Manajer Pelatnas Tim Soft Tennis Indonesia, Qamariah Ferly Montolalu, mengungkapkan bahwa sasaran tersebut didasarkan pada kajian mendalam terhadap kekuatan negara-negara pesaing utama seperti Korea Selatan, Jepang, dan China Taipei. Menurutnya, persaingan di level Asia sangat kompetitif sehingga raihan perak menjadi sasaran nan paling masuk logika saat ini.
"Kalau memandang peta kekuatan, cukup berat buat kami. Jadi nan realistis dari kami adalah lencana perak," ujar Ferly nan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP Pesti) di Jakarta, Selasa (11/8).
Nomor Unggulan dan Rekam Jejak Prestasi
PP Pesti memproyeksikan raihan lencana perak tersebut dapat diraih melalui tiga nomor andalan, ialah beregu putra, dobel campuran, dan tunggal putri. Target ini juga merujuk pada tren prestasi Indonesia dalam dua jenis Asian Games sebelumnya.
Pada Asian Games 2018, Indonesia sukses membawa pulang satu lencana perak dari nomor tunggal putra serta dua lencana perunggu dari kategori beregu putra dan putri. Sementara pada jenis 2022, tim Merah Putih menyumbangkan satu lencana perunggu melalui nomor beregu putri.
Daftar Atlet Soft Tennis Indonesia untuk Asian Games 2026:
| Putra | Tio Juliandi Hutauruk, Fernando Sanger, Bagus Angga Boedy Pradewa, Rizky Zammy Febrian Laluyan, Muhammad Reza Falevi |
| Putri | Siti Nur Arasy, Alif Nafiiah |
Persiapan Menuju Jepang
Sebanyak tujuh atlet nan terdiri dari lima putra dan dua putri bakal turun bertanding di lima nomor berbeda: tunggal putra, tunggal putri, beregu putra, beregu putri, dan dobel campuran. Persiapan intensif telah dilakukan melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) nan melangkah sejak Maret 2026.
Sebagai bagian dari pematangan mental dan teknik, para atlet juga telah menjalani uji coba melalui dua turnamen internasional di Korea Selatan. Saat ini, konsentrasi utama tim adalah mematangkan keahlian di dalam negeri lantaran tidak ada lagi agenda turnamen luar negeri sebelum keberangkatan ke Jepang.
Pelatih Tim Soft Tennis Indonesia, Gularso Mulyadi, menambahkan bahwa meski sasaran resmi adalah perak, dia tetap memotivasi atlet untuk memberikan hasil maksimal.
"Memang itu sasaran realistis. Tetapi, bukan tidak mungkin juga jika Tuhan menghendaki kita bisa dapat nan maksimal (emas)," tuturnya.
Mulyadi menyebut bahwa kesiapan bentuk dan mental atlet saat ini sudah mencapai 80%. Di sisa waktu nan ada, tim pembimbing bakal konsentrasi menyempurnakan kecermatan pukulan agar para atlet betul-betul siap bertempur di Aichi-Nagoya. (Ant/Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·