Timnas Prancis Jadi Korban Rasisme Jelang Lawan Spanyol di Semifinal

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan PM Spanyol Mariano Rajoy menuai kecaman usai melontarkan pernyataan rasis alias xenofobia terhadap timnas Prancis jelang semifinal Piala Dunia 2026.

Prancis bakal menghadapi Spanyol dalam semifinal gempita bola bumi pada Selasa (14/7) alias Rabu (15/7) awal hari WIB.

Baru-baru ini, Prancis jadi korban rasisme oleh Rajoy nan menyebut skuad Les Bleus, meski jadi unggulan utama di Piala Dunia, tidak terdiri dari orang original Prancis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka [Prancis] mempunyai level nan sangat tinggi, tetapi tanpa pemain original Prancis," kata Rajoy kepada El Debate, dilansir dari Aljazeera.

Ucapan Rajoy sontak jadi buah bibir di bumi maya. Berbagai pihak juga sudah mengecam apa nan disampaikan laki-laki berumur 71 tahun itu, termasuk PM Spanyol saat ini, Pedro Sanchez.

"Ada nan tetap mengukur rasa mempunyai berasas nama keluarga, tempat lahir, alias warna kulit. nan lain mengukurnya berasas akar kita di suatu negara dan kemauan kita untuk berkontribusi padanya."

"Spanyol milik mereka nan mencintainya dan bekerja untuknya. Bukan milik mereka nan mempermalukannya dengan pernyataan xenofobia," tulis Pedro Sanchez di akun X pribadi miliknya.

Aksi rasisme ditunjukkan Rajoy jadi tindakan lanjutan atas apa nan juga pernah dialami pihak Prancis, khususnya kapten tim Kylian Mbappe. Megabintang Real Madrid itu belum lama ini diserang kalimat rasis oleh Senator Paraguay, Celeste Amarilla.

Banner Gempita Bola 2026

Celeste Amarilla melayangkan ucapan tidak senonoh dengan menyebut Mbappe sebagai 'orang terjajah' nan berpura-pura menjadi penduduk negara Prancis. Hal itu diucapkan usai Mbappe jadi pahlawan utama Prancis kala mendepak Paraguay dari 16 besar Piala Dunia 2026.

"Orang Kamerun nan terjajah nan betul-betul berpura-pura menjadi orang Prancis," kata Amarilla beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video CNN]

(afr/afr/jun)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya