Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membidik pasar Timur Tengah untuk memperluas ekspor produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia, khususnya produk nan mempunyai karakter halal.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan pasar Timur Tengah mempunyai potensi besar bagi produk mamin legal Indonesia. Hal ini sejalan dengan karakter pasar di area tersebut nan memerlukan produk-produk halal.
"Kalau untuk misalnya F&B nan sifatnya legal gitu ya, tentu kita punya market nan cukup besar di Middle East," kata Roro dalam konvensi pers di Auditorium Kemendag, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Roro, kesempatan ekspor produk mamin Indonesia ke luar negeri tidak hanya terbatas pada satu jenis produk. Dia memandang potensi ekspansi produk makanan dan minuman Indonesia sangat beragam, termasuk dari restoran nan mulai membuka bagian di luar negeri.
"Atau sebetulnya produk-produk makanan kita apalagi ada beberapa restoran nan sudah buka cabangnya di luar negeri," ujarnya.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam aktivitas Indonesia F&B Trade Promotion Forum di Auditorium Kemendag, Jakarta, Selasa (11/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam aktivitas Indonesia F&B Trade Promotion Forum di Auditorium Kemendag, Jakarta, Selasa (11/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Roro mencontohkan sejumlah pelaku upaya kuliner Indonesia nan telah melakukan ekspansi ke pasar internasional. Salah satunya adalah restoran Padang nan disebut telah membuka bagian di area Uni Eropa.
"Tahun lampau waktu Pangan Nusa Expo ada beberapa restoran, termasuk nan restoran Padang. Itu jika tidak salah sudah ekspansi juga ke Uni Eropa. Jadi sangat variatif dan potensinya juga sangat banyak di luar negeri," ucap Roro.
Selain pasar Timur Tengah, Roro memandang diaspora Indonesia di beragam negara sebagai kesempatan bagi produk mamin nasional. Menurutnya, masyarakat Indonesia nan tinggal di luar negeri tetap mempunyai kebutuhan terhadap produk makanan dengan cita rasa Indonesia.
"Belum lagi diaspora kita di luar negeri. Karena diaspora kita walaupun tinggal di luar negeri pasti lidahnya tetap Indonesia. Jadi dia butuh produk dari Indonesia," tuturnya.
Sejalan dengan itu, Roro juga mengatakan pemerintah tengah mendorong pelaku upaya F&B Indonesia agar tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas produk untuk menembus pasar global.
Dia menilai sektor F&B merupakan sektor strategis nan dapat menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional.
"Kami menyadari bahwa F&B ini adalah sektor nan cukup strategis nan tidak hanya menjadi pilar krusial dalam penopang pertumbuhan ekonomi nasional kita secara keseluruhan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memperkuat daya saing dan gambaran produk Indonesia di pasar global," kata dia.
Untuk mendukung penetrasi pasar internasional, Kemendag juga mempunyai jaringan perwakilan perdagangan di beragam negara nan dapat dimanfaatkan pelaku upaya Indonesia untuk mencari kesempatan pasar dan calon pembeli.
Namun, Roro menegaskan bahwa pelaku upaya tetap perlu memastikan kualitas produknya memenuhi standar negara tujuan ekspor.
"Kalau kita berbincang mengenai konotasinya ekspor, ialah gimana kita bisa memperkuat kualitas dari produk F&B nan dapat kita tawarkan, untuk bisa penetrasi ke pasar internasional. Karena setiap negara punya standarnya masing-masing, ada sebagian negara nan mungkin cukup rumit gitu ya standar-standar nan perlu kita penuhi," pungkasnya.
(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·