Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi

3 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Prof Dr Laksmi Wulandari, master paru dan konsultan onkologi paru, subspesialis jangkitan paru. Foto: Ist

JAKARTA - Kasus kanker paru baik di tingkat dunia maupun nasional tetap menjadi salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus dan tingkat kematian tertinggi. Tidak hanya terjadi pada laki-laki, kasus kanker paru pada wanita juga menunjukkan tren peningkatan.

Di Indonesia, penanganan kanker paru tetap menghadapi beragam tantangan, mulai dari rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan akomodasi skrining, meningkatnya polusi udara, perlunya penguatan pengawasan dan pertimbangan terhadap izin pengendalian rokok, hingga akses jasa kesehatan nan belum merata.

Baca juga: Hari Kanker Paru-paru Sedunia: Sejarah Singkat dan Tujuannya

Berdasarkan info Globocan 2022, tercatat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker paru di bumi pada 2022 alias setara dengan 12,4% dari seluruh kasus kanker dengan kontribusi sebesar 18,7% terhadap total kematian akibat kanker.

Di Indonesia, kanker paru menempati posisi kedua kasus kanker baru terbanyak setelah kanker tetek sekaligus menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker dengan proporsi sebesar 14,1%. Tren peningkatan kasus juga semakin terlihat pada perempuan.

Secara global, kanker paru sekarang menjadi salah satu kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada wanita di Asia. Di Indonesia, jumlah kasus pada wanita juga terus meningkat, dengan tercatat sebanyak 9.797 kasus baru pada tahun 2022.

Prof Dr Laksmi Wulandari, master paru dan konsultan onkologi paru, subspesialis jangkitan paru mengatakan, tantangan dalam penanganan kanker paru saat ini tetap banyak terjadi pada aspek promotif dan preventif nan belum melangkah optimal dan berkarakter sporadis, sehingga beban penanganan lebih banyak terfokus pada tahap kuratif.

Dengan menumpuknya penanganan di tingkat kuratif justru menyebabkan biaya menjadi sangat mahal dan terlambat. Upaya penemuan awal kanker paru juga belum melangkah optimal. Padahal, pedoman dari standar NCCN (National Comprehensive Cancer Network) telah merekomendasikan skrining kanker paru tahunan menggunakan Low-Dose CT Scan Thorax (LDCT), terutama bagi golongan dengan akibat tinggi.

Selengkapnya