Donald Trump.(Al Jazeera)
TINGKAT kepuasan publik terhadap keahlian Presiden Amerika Serikat Donald Trump merosot ke titik terendah sepanjang kariernya. Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari CNN/SSRS nan dirilis pada 29 Juli, jumlah penduduk nan menyatakan sangat tidak puas (strongly disapprove) melonjak ke nomor rekor.
Survei tersebut menunjukkan hanya 34% orang dewasa di AS nan menyetujui keahlian Trump secara keseluruhan. Angka ini menyamai level terendah nan pernah dia capai pascakerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021. Sebaliknya, sebanyak 66% responden menyatakan tidak puas. Dari nomor tersebut, 50% di antaranya menyatakan sangat tidak puas, sementara hanya 15% nan memberikan support kuat.
Dukungan Internal Partai Republik Mulai Goyah
Penurunan ketenaran itu juga merambah ke internal Partai Republik. Jajak pendapat menemukan bahwa support dari pemilih Republik turun ke nomor 78%. Selain itu, hanya 19% pendukung Republik nan menyatakan antusias terhadap sisa masa jabatannya, turun drastis dari 38% pada musim semi lalu.
Ketidakpuasan itu disinyalir berakar dari persepsi pemilih bahwa Trump tidak memprioritaskan isu-isu krusial. Sebanyak 73% responden menilai Trump kurang memperhatikan masalah paling krusial di negara tersebut, sementara hanya 27% nan menganggap prioritasnya sudah tepat.
Dampak Ekonomi dan Perang Iran
Kebijakan luar negeri, khususnya perang di Iran nan berjalan selama lima bulan, menjadi sorotan tajam. Meskipun Trump berjanji konsentrasi pada ekonomi dan menghindari perang panjang, gangguan rantai pasok minyak dunia akibat bentrok tersebut memicu lonjakan nilai bensin dan inflasi.
Data jajak pendapat menunjukkan:
- 71% responden menilai Trump belum melakukan cukup untuk menekan nilai peralatan kebutuhan pokok.
- 65% percaya kebijakan Trump memperburuk kondisi ekonomi nasional.
- 67% menganggap keputusannya mengenai Iran merugikan Amerika Serikat.
- 74% penduduk Amerika merasakan kesulitan ekonomi akibat kenaikan nilai bensin.
Dalam satu reli di Michigan pada 27 Juli, Trump memihak diri dengan menyatakan bahwa pemerintahannya sedang berjuang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Namun, kurang dari seperempat responden nan percaya bahwa Trump mempunyai rencana konkret untuk mengatasi masalah nilai energi.
Isu Imigrasi dan Integritas Pemilu
Di tengah rapor merah pada sektor ekonomi, Trump mendapatkan penilaian nan relatif lebih baik pada rumor integritas pemilu (41%), penanganan imigrasi (39%), dan manajemen pemerintah federal (35%). Meski demikian, angka-angka ini tetap berada di bawah 50%.
Secara rata-rata nasional per 29 Juli, beragam agregator jajak pendapat menunjukkan tren negatif bagi Trump:
| RealClearPolitics | 40,6% | 57,9% |
| New York Times | 38% | 59% |
| Silver Bulletin | 39,2% | 57,9% |
Jajak pendapat CNN/SSRS ini melibatkan 1.225 orang dewasa di AS dengan margin of error sebesar 3,2 poin persentase. (USA Today/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·