Tingkat Pengangguran di Depok Masih Tinggi, Ini Program yang akan Dilakukan Pemkot

1 jam yang lalu 4
Tingkat Pengangguran di Depok Masih Tinggi, Ini Program nan bakal Dilakukan Pemkot Jobfair.(dok.MI)

TINGKAT Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Depok, Jawa Barat, tetap tergolong tinggi pada 2026. Berdasarkan keterangan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, tingginya nomor pengangguran dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan kesiapan lapangan pekerjaan, ketidaksesuaian keahlian (mismatch), serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk menekan nomor pengangguran di wilayah penyangga DKI Jakarta tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperluas penyelenggaraan job fair (bursa kerja), termasuk di tingkat lokal, guna mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

Kepala Disnaker Kota Depok Nessi Anisa Hendari mengatakan Pemkot Depok terus berupaya membuka akses kerja bagi lulusan baru maupun masyarakat umum dengan menyediakan info lowongan secara transparan dari beragam perusahaan.

"Selama dua hari, pada 4-5 Agustus 2026, sebanyak 2.408 pencari kerja memanfaatkan aktivitas ini untuk memperoleh info dan melamar pekerjaan. Bursa kerja dipusatkan di Depok Town Square, Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok," kata Nessi, Kamis (6/8).

Menurut Nessi, ribuan pencari kerja tersebut memanfaatkan kesempatan untuk mencari informasi, berkonsultasi, hingga melamar pekerjaan pada 25 perusahaan nan berperan-serta dalam bursa kerja nan diselenggarakan Disnaker Kota Depok.

Ia menilai tingginya jumlah pencari kerja nan datang menunjukkan info mengenai penyelenggaraan bursa kerja telah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat melalui beragam kanal publikasi. Nessi menjelaskan, tingginya antusiasme pencari kerja menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan tetap sangat besar.

"Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemkot Depok untuk terus menghadirkan beragam program nan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bumi kerja," ujarnya.

Menurut Nessi, job fair tidak hanya menjadi wadah nan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendukung upaya Pemkot Depok dalam menekan nomor pengangguran.

Salah seorang pencari kerja, Restu, 20, mengatakan antrean peserta pada job fair di Depok Town Square mengular sangat panjang. Panitia apalagi kudu membikin alur antrean berkelok lantaran area registrasi tidak bisa menampung lonjakan peserta nan terus berdatangan.

Menurut Restu, pencari kerja didominasi kalangan muda. Setelah menyelesaikan proses registrasi, peserta diarahkan memasuki area utama nan dipenuhi puluhan stan dari beragam sektor industri, mulai dari kuliner, ritel, perhotelan, hingga penyedia jasa.

"Di sana pelamar bisa langsung berinteraksi sekaligus menyerahkan berkas lamaran kepada perusahaan nan diminati," katanya.

Restu mengaku mengetahui penyelenggaraan job fair di Depok Town Square melalui unggahan akun media sosial resmi penyelenggara di Instagram. Meski mempunyai pengalaman di bagian packing, Restu mengincar posisi sebagai customer service.

"Ya, mencari pekerjaan sekarang memang susah," ujarnya. (KG/P-3)

Selengkapnya