Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) namalain parameter nan digunakan untuk mengukur tenaga kerja nan tidak terserap oleh pasar kerja di Indonesia kembali menurun, berasas info terbaru BPS. Namun, TPT untuk usia muda justru meningkat.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terbaru BPS jenis Mei 2026, TPT secara nasional memang turun sebesar 0,03% menjadi 4,65% dari sebelumnya 4,68%. Bahkan jauh lebih rendah dari catatan pada November 2025 nan sebesar 4,74%.
"Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat sekitar lima orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja," sebagaimana dikutip dari laporan BPS, Kamis (6/8/2026).
Meski TPT turun secara nasional, namun jika dibedah berasas golongan umur alias usia, mengalami peningkatan untuk kategori masyarakat muda, ialah nan tergolong 15-24 tahun.
TPT usia itu merangkak naik menjadi 17,37%, bertambah 1% poin dibanding Februari 2026 sebesar 16,36%. Bahkan, melanjutkan tren kenaikan dibanding hasil survei BPS pada November 2025 nan sebesar 16,26%.
Kondisi nan sama juga dialami golongan usia 60 tahun ke atas. TPT nya naik menjadi 2,35% pada Mei 2026 alias sebesar 0,46% poin dibanding Februari 2026 sebesar 1,89% dan pada November 2025 tetap sebesar 1,44%.
Adapun untuk golongan umur 25-29 tahun konsisten turun menjadi 2,56% pada Mei 2026. Angka TPT itu turun sekitar 0,37% poin dari sebelumnya pada Februari 2026 sebanyak 2,93% dan November 2025 mencapai 2,98%.
"TPT menurut golongan umur tersebut mempunyai pola nan sama sejak November 2025. Dibandingkan Februari 2026, hanya golongan umur 25-59 tahun nan mengalami penurunan TPT ialah sebesar 0,37 persen poin. Sementara golongan umur lainnya mengalami kenaikan TPT," sebagaimana tertera dalam laporan BPS.
Apabila dilihat berasas pendidikan tertinggi nan ditamatkan, TPT juga mempunyai pola nan nyaris sama dari November 2025 sampai dengan Mei 2026.
Pada Mei 2026, TPT tertinggi berada pada tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ialah sebesar 7,68% meski turun dari sebelumnya 7,74%. Diikuti oleh lulusan SMA nan sebesar 6,17% dari sebelumnya 6,23%.
Selanjutnya TPT tertinggi disandang oleh para lulusan Diploma IV, S1, S2, S# sebesar 6,09% meski turun dari 6,13% pada Februari 2026. Lulusan Diploma I/II/III juga turun menjadi 4,75% dari sebelumnya 4,8%,lulusan SMP 4,16% dari 4,19%, serta lulusan SD ke bawah hanya 2,31% dari sebelumnya 2,32%.
"Pada Mei 2026, TPT tertinggi berada pada tamatan Sekolah Menengah Kejuruan, ialah sebesar 7,68 persen. Sementara itu, TPT terendah berada pada tingkat pendidikan SD ke Bawah ialah sebesar 2,31 persen," dikutip dari laporan BPS terbaru itu.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·