Tiongkok Balas Sanksi AS, Perketat Ekspor Drone Jelang Pertemuan Xi-Trump

1 hari yang lalu 10
Tiongkok Balas Sanksi AS, Perketat Ekspor Drone Jelang Pertemuan Xi-Trump Ilustrasi.(Magnific)

Beijing mengumumkan serangkaian langkah tegas terhadap Amerika Serikat (AS) dan perusahaan-perusahaannya pada Rabu (5/8/2026). Langkah ini disebut sebagai tindakan jawaban atas kebijakan Washington nan baru-baru ini menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Sanksi saling balas ini muncul hanya beberapa minggu sebelum rencana pertemuan puncak antara pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Amerika Serikat bulan depan. Kedua ekonomi terbesar di bumi tersebut saat ini tengah berjuang untuk menjaga apa nan mereka sebut sebagai stabilitas strategis nan konstruktif di tengah persaingan teknologi nan kian memanas.

Sanksi Entitas dan Kontrol Ekspor Drone

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan hukuman terhadap sejumlah entitas Amerika, termasuk perusahaan bioteknologi dan firma kajian sumber daya. Selain itu, Beijing memperketat kontrol ekspor pada drone beserta komponen dan teknologi mengenai nan ditujukan ke AS.

Enam perusahaan dimasukkan ke dalam daftar tindakan jawaban Tiongkok sebagai respons atas langkah AS pekan lampau nan melarang impor dari 43 perusahaan Tiongkok. Larangan AS tersebut didasarkan pada tuduhan pelanggaran kewenangan asasi manusia terhadap golongan minoritas Uyghur.

Satu perusahaan tambahan masuk dalam daftar hitam mengenai larangan Federal Communications Commission (FCC) AS bulan lampau terhadap impor robot humanoid dan quadruped baru, nan sebagian besar diproduksi di Tiongkok, serta konverter daya.

Akibat kebijakan ini, entitas dan perseorangan di Tiongkok dilarang melakukan upaya alias bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan nan masuk dalam daftar tersebut.

Investigasi Keamanan Nasional

Langkah Beijing pada hari Rabu juga mencakup peluncuran investigasi keamanan nasional terhadap peralatan instansi impor nan menggunakan perangkat lunak sistem asing. Selain itu, Tiongkok menangguhkan kerjasama inspeksi pencarian pabrik tertentu dengan pihak Amerika Serikat.

Seorang ahli bicara kementerian menyatakan bahwa Beijing tidak mempunyai pilihan selain mengambil tindakan jawaban nan diperlukan sebagai tanggapan atas tindakan Amerika baru-baru ini.

"Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk segera mencabut langkah-langkah terkait, menghentikan tindakan keliru mereka, dan bekerja sama untuk menjaga hubungan Tiongkok-AS nan konstruktif dan stabil," ujar ahli bicara tersebut. Ia juga memperingatkan bahwa jika AS bersikeras memperkenalkan tindakan pembatasan baru, Tiongkok bakal mengambil langkah jawaban lebih lanjut.

Ketegangan di Tengah Persiapan KTT

Eskalasi ketegangan ini terjadi di tengah beragam kebijakan garang pemerintahan Trump dalam beberapa pekan terakhir, termasuk:

  • Sanksi terhadap operator pelayaran Tiongkok nan diduga menangani bahan bakar Iran.
  • Penambahan lembaga baru, termasuk dua universitas sipil terkemuka, ke dalam daftar hitam Pentagon.
  • Penerapan tarif 10% hingga 12,5% mengenai tuduhan kerja paksa.
  • Ancaman hukuman terhadap perusahaan kepintaran buatan (AI) asal Tiongkok.

Meskipun tensi meningkat, tanda-tanda persiapan untuk pertemuan puncak Xi-Trump tetap berjalan. Pejabat ekonomi tingkat tinggi dari kedua negara telah mengadakan pembicaraan perdagangan melalui video link pekan lalu, menyusul kunjungan wakil menteri luar negeri Tiongkok ke AS pada awal Juli nan dipandang sebagai perjalanan perencanaan kunjungan Xi. (CNN/I-2)

Selengkapnya