Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz

2 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX
Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz Kapal-kapal berlayar di Selat Hormuz.(Anadolu)

PEMERINTAH Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk segera meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas pelayaran di Selat Hormuz. Seruan ini mengemuka pasca-aksi saling serang kedua negara nan kembali membara di jalur perairan internasional strategis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menegaskan pentingnya memulihkan keamanan jalur perdagangan laut itu demi kepentingan global. Beijing pun menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

"Selat Hormuz adalah selat untuk navigasi internasional. Memulai kembali pelayaran nan kondusif dan bebas di Selat tersebut secepatnya bakal menguntungkan semua pihak," kata Lin Jian dalam konvensi pers di Beijing, Senin (13/7).

"Penyelesaian nan tepat diperlukan untuk mengatasi masalah nan berangkaian dengan pelayaran melalui Selat Hormuz. Kekhawatiran di organisasi internasional memerlukan tanggapan nan tepat," tambahnya.

Eskalasi di area tersebut memuncak setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) meluncurkan serangan masif ke puluhan sasaran di wilayah Iran. Operasi tersebut diklaim sebagai upaya Washington memangkas keahlian militer Iran nan kerap mengganggu lampau lintas kapal komersial.

Dalam operasi kali ini, Pentagon mengerahkan kombinasi pesawat tempur, kapal perang, serta pesawat nirawak (drone). Bahkan, untuk pertama kalinya, AS menerjunkan drone laut serang sekali pakai (one-way attack sea drones).

Di lain sisi, Iran merespons keras tindakan tersebut. Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah menghujani akomodasi militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman dengan rudal. Iran menegaskan tidak bakal membuka akses Selat Hormuz sebelum AS angkat kaki dari area tersebut.

Kembali pecahnya bentrok ini mengoyak asa perdamaian di Timur Tengah. Padahal, pada 18 Juni lalu, Teheran dan Washington baru saja menandatangani nota kesepahaman perdamaian nan dimediasi oleh Pakistan.

Kesepakatan tersebut sejatinya memuat poin-poin krusial, mulai dari penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, hingga pembukaan kembali akses Selat Hormuz secara penuh.

Namun, kesepakatan itu kandas setelah kedua belah pihak kembali terlibat baku tembak pada 7 Juli lalu, dipicu oleh sengketa lampau lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

(Ant/P-4)

Selengkapnya