Tiongkok Kembangkan Simulasi Nuklir untuk Menghancurkan Asteroid yang Mengancam Bumi

1 jam yang lalu 2
Tiongkok Kembangkan Simulasi Nuklir untuk Menghancurkan Asteroid nan Mengancam Bumi Ilustrasi(Doc The times of India)

CHINA telah membikin langkah baru dalam bagian astronomi melalui simulasi nan menunjukkan bahwa asteroid nan berpotensi menakut-nakuti Bumi dapat dihancurkan menggunakan ledakan nuklir berkekuatan sekitar 200 kali peledak atom Hiroshima. 

Temuan tersebut menjadi salah satu upaya terbaru dalam pengembangan sistem pertahanan planet untuk menghadapi potensi ancaman asteroid di masa depan. 

Seberapa ancaman Asteroid?

Asteroid merupakan sisa batuan nan tertinggal dari proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu. 

Menurut NASA, asteroid dan komet nan mempunyai orbit hingga mendekati Bumi dikenal sebagai Near-Earth Objects (NEO), ialah objek nan mengorbit dalam jarak sekitar 30 juta mil (48 juta kilometer) dari orbit Bumi alias sekitar sepertiga jarak antara Bumi dan Matahari. 

Sementara itu, sebuah asteroid dikategorikan sebagai Potentially Hazardous Asteroid (PHA) andaikan orbitnya berada dalam jarak sekitar 4,6 juta mil (7,5 juta kilometer) dari orbit Bumi dan mempunyai diameter sekitar 460 kaki (140 meter) alias lebih besar. 

Menurut NASA, asteroid berdiameter sekitar 10 meter dapat menimbulkan bola api terang dan gelombang kejut nan bisa memecahkan kaca. 

Sementara itu, asteroid berukuran 50 meter dapat menyebabkan kerusakan di tingkat lokal. 

Jika diameternya mencapai 140 meter alias lebih, dampaknya dapat menimbulkan kawah besar serta korban jiwa di wilayah nan luas. 

Adapun asteroid berukuran sekitar 1 kilometer berpotensi memicu kehancuran berskala global, sedangkan asteroid berdiameter sekitar 10 kilometer dapat menyebabkan kepunahan massal. 

China mengembangkan simulasi untuk menghancurkan asteroid

China mengembangkan simulasi sebagai bagian dari upaya pertahanan planet (planetary defense). 

Penelitian nan dipimpin Xiaowei Wang dari China Academy of Launch Vehicle Technology menguji beragam strategi penggunaan perangkat nuklir untuk menghancurkan alias membelokkan lintasan asteroid andaikan suatu saat terdeteksi mengarah ke Bumi. 

Peneliti China mengusulkan metode nan melibatkan dua wahana antariksa nan bekerja secara berurutan. Wahana pertama bekerja menabrakkan penetrator logam berkecepatan tinggi ke permukaan asteroid guna menciptakan rongga nan cukup dalam.

Setelah itu, wahana kedua bakal mengirimkan perangkat nuklir ke dalam lubang tersebut sebelum diledakkan. Menurut tim peneliti, peledakan di bawah permukaan asteroid memungkinkan lebih banyak daya ledakan diserap oleh batuan dibandingkan terlepas ke luar angkasa. 

Dengan langkah tersebut, daya hancur terhadap asteroid menjadi lebih besar dibandingkan jika perangkat nuklir diledakkan di permukaan. Berdasarkan hasil simulasi, ledakan nuklir berkekuatan 3 megaton alias setara sekitar 200 peledak atom Hiroshima bisa menghancurkan asteroid berdiameter sekitar 100 meter. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa menempatkan perangkat nuklir sekitar 30 meter di bawah permukaan asteroid dapat meningkatkan perubahan kecepatan asteroid lebih dari tiga kali lipat dibandingkan ledakan nan dilakukan di dekat permukaan.

Meski hanya sebuah simulasi para peneliti menilai pendekatan tersebut berpotensi menjadi salah satu opsi darurat dalam sistem pertahanan planet (planetary defense) untuk menghadapi objek-objek besar di dekat Bumi, terutama ketika metode pencegahan konvensional dinilai tidak lagi memadai. 

Sumber: NASA, Space, The Times of India

Selengkapnya