Tiongkok Luncurkan Chang’e-7 pada 2026 untuk Mencari Es Air di Bulan

1 jam yang lalu 3
Tiongkok Luncurkan Chang’e-7 pada 2026 untuk Mencari Es Air di Bulan Ilustrasi(magnifik)

BULAN sangat identik dengan permukaannya nan dipenuhi kawah, Namun, pernahkah terpikir bahwa barang langit nan tampak tandus itu juga mempunyai air? Para intelektual menemukan indikasi keberadaan air di Bulan. Temuan tersebut kemudian mendorong penelitian mengenai keberadaan es air di wilayah kutub selatan Bulan

Misi eksplorasi Bulan “Chang’ e”

China mempunyai misi eksplorasi Bulan nan dilakukan secara berjenjang dan dinamakan “Chang’e”, nan diambil dari tokoh mitologi China nan dikenal sebagai dewi Bulan 

  1. Misi ini awalnya dimulai di tahun 2007, China meluncurkan Change-1 nan diluncurkan pada 2007 menjadi misi awal untuk memetakan Bulan dan mempelajari karakter permukaannya. 
  2. Chang’e-2 nan dilakukan 2010 melakukan misi mengambil gambar Sinus Iridium di bulan alias teluk pelangi, nan bakal diusul untuk misi lanjutannya.
  3. Pendaratan, Chang’e-3 sukses melakukan pendaratan lunak di Bulan pada 2013 dan membawa rover Yutu untuk melakukan eksplorasi permukaan. 
  4. Tahun berikutnya Chang’e-4 melakukan pendaratan lunak pertama di sisi jauh Bulan ialah Kawah Von Karman di cekungan Kutub Selatan Aitken dengan menggunakan rover Yutu-2 untuk penelitian.
  5. Selanjutnya pengambilan sampel kemudian diuji melalui Chang’e-5 dengan melakukan pengorbit, pendarat, pendaki, dan wahana pengembalian. Wahana ini mendarat di sisi dekat Bulan. Setelah sampel dikumpulkan, wahana pendaki membawanya dari permukaan Bulan menuju orbit untuk dipindahkan ke wahana pengembalian. 
  6. Chang’e-6 pada 2024. Misi ini dilakukan untuk melakukan  pengorbit, pendarat, pendaki, dan wahana pengambilan sampel di sisi jauh Bulan. 

China melanjutkan eksplorasi Bulan melalui misi Chang’e-7 nan ditargetkan berjalan pada 2026. Berbeda dari misi sebelumnya, Chang’e-7 tidak hanya diarahkan untuk mencari keberadaan es air di kutub selatan Bulan, tetapi juga mempelajari struktur bagian dalam Bulan dan kemungkinan perbedaan antara sisi dekat dan sisi jauhnya.

Untuk penelitian tersebut, Chang’e-7 bakal dilengkapi seismograf nan digunakan untuk mempelajari gempa Bulan alias moonquake. Instrumen ini diharapkan dapat membantu intelektual memahami struktur internal Bulan. 

Dikutip dari Chinese Academy of Sciences (CAS), Wu Fuyuan, personil CAS dan peneliti di Institute of Geology and Geophysics, mengatakan seismograf bakal digunakan untuk memandang apakah terdapat perbedaan struktur antara sisi dekat dan sisi jauh Bulan.

Penelitian tersebut juga berangkaian dengan hasil misi sebelumnya. Chang’e-5 membawa sampel dari sisi dekat Bulan, sedangkan Chang’e-6 sukses membawa sampel dari sisi jauh. 

Perbedaan material nan ditemukan dari kedua wilayah tersebut menjadi salah satu dasar untuk mempelajari perbedaan karakter kedua sisi Bulan Chang’e-7 bakal menargetkan kutub selatan Bulan untuk mencari es air. Misi ini bakal menggunakan wahana hopper nan dilengkapi perangkat untuk menganalisis molekul air. 

Chang’e-7 tidak hanya mencari tahu apakah es air ada di Bulan, tetapi juga berupaya memahami kondisi lingkungan dan struktur Bulan secara lebih menyeluruh. 

Hasilnya diharapkan menambah info mengenai perbedaan antara sisi dekat dan sisi jauh Bulan serta kondisi Bulan.

Sumber: Chinese Academy of Sciences, National Center for Science Technology Innovation

Selengkapnya