Pelatih Nilai Garuda Pertiwi Tak Kalah Jauh dari Tailan

1 jam yang lalu 3
Pelatih Nilai Garuda Pertiwi Tak Kalah Jauh dari Tailan Pelatih Garuda Pertiwi Timo Scheuneman(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

PELATIH Garuda Pertiwi Timo Scheuneman menilai timnya tidak kalah jauh dari Tailan meski kudu mengakui kelebihan 0-1 pada final Srikandi Merdeka Cup 2026, Minggu (23/8).

Timo menyebut Garuda Pertiwi bisa memberikan tekanan kepada Tailan sepanjang pertandingan. Indonesia juga mencatat penguasaan bola 51% dan hanya kebobolan melalui situasi bola mati.

"Kami menguasai 51% bola saat melawan Tailan. Belum pernah kami menghadapi Tailan dengan penguasaan mendekati 50%. Kami hanya kebobolan sekali melalui set piece dan mereka tertekan," kata Timo.

Menurut Timo, para pemain tetap bisa memberikan performa maksimal meski menjalani agenda padat. Garuda Pertiwi tampil lima kali dalam 10 hari selama turnamen.

"Saya puas dengan para pemain lantaran meski lelah, mereka tetap bisa memberikan 100%. Kombinasi permainan juga keluar, hanya memang kurang sampai ke depan," ujarnya.

Timo menilai kekalahan tersebut terasa menyakitkan lantaran Garuda Pertiwi mempunyai kesempatan untuk membawa pertandingan ke adu penalti.

"Ini menyakitkan lantaran semestinya kami bisa menang dan masuk ke adu penalti. Kalau sampai penalti, saya percaya kami bisa menang," tuturnya.

Ia menegaskan kualitas kedua tim tidak terpaut jauh.

"Kami tidak jomplang, tidak kalah jauh. Kalau kalah jauh, ya kalah itu lumrah. Tapi kami tipis dengan mereka," kata Timo.

Timo juga mengapresiasi perjuangan pemain nan bisa menyelesaikan turnamen tanpa mengalami cedera meski kedalaman skuad terbatas akibat pembagian tim.

"Syukur kami bisa melalui turnamen ini tanpa ada nan cedera. Kedalaman tim agak kurang lantaran akibat dari memecah menjadi dua tim. Tapi mereka tidak ada nan cedera itu sudah luar biasa," ucapnya.

Ia menilai perjuangan para pemain nan tetap berumur 14 hingga 16 tahun dalam menjalani lima pertandingan selama 10 hari menunjukkan mental nan kuat.

"Mereka bisa berjuang, bermain lima kali dalam 10 hari. Untuk pemain ahli saja susah banget, apalagi usia 14, 15, 16 tahun. Butuh mental luar biasa, butuh jiwa pejuang," pungkas Timo. (Ndf)

Selengkapnya