Proses pembongkaran material untuk pembangunan empat jembatan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dari Kapal ADRI LIII, Minggu (2/8).(MI/PALCE AMALO)
TNI Angkatan Darat (AD) mengerahkan Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI) LIII untuk mengangkut sekitar 200 batang besi gelagar, perangkat berat dan material bangunan untuk mempercepat pembangunan empat jembatan nan putus akibat banjir bandang di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Empat jembatan nan dibangun ialah Termanu dan Kapsali di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Siumolo di Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, dan Nunpisa di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur.
Material tersebut dibongkar dari Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI) LIII nan sandar di Pelabuhan Peti Kemas Tenau, Kupang, Minggu (2/8). Kapal juga mengangkut tiga escavator PC-200, tiga buldoser, serta material bangunan lainnya nan bakal dikirim berjenjang ke letak proyek.
Kasrem 161/Wira Sakti Kupang, Kolonel Inf. Albertus Yostina David Alam, mengatakan pembangunan empat jembatan itu memerlukan tambahan perangkat berat dan material dalam jumlah besar. Karena itu, TNI AD mengerahakan Kapal ADRI LIII untuk mengangkut material dari Jakarta ke Kupang.
Menurutnya, support material dan perangkat berat tersebut merupakan support dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, untuk mempercepat pembangunan empat jembatan.
"Kami sangat berbahagia dengan support dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat nan memaksimalkan support perangkat berat maupun material untuk pengerjaan empat jembatan di Amfoang. Mudah-mudahan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Targetnya pada awal Desember," kata Albertus kepada wartawan.
Sementara itu, Komandan Batalyon Zeni Konstruksi, Letkol Czi Nurul Hilal Samawi, menjelaskan pembongkaran material dilakukan di dua pelabuhan, ialah Pelabuhan Bolok dan Pelabuhan Peti Kemas Tenau. Setelah dibongkar, material langsung dikirim secara berjenjang menuju letak pembangunan jembatan.
"Material utama berupa sekitar 200 batang besi gelagar bakal digunakan untuk pembangunan empat jembatan. Pengiriman ke letak dilakukan secara berjenjang lantaran perjalanan menuju Amfoang menyantap waktu sekitar 12 jam. Kami targetkan pengedaran seluruh material selesai dalam waktu sekitar satu minggu jika tidak ada kendala," jelasnya.
Menurutny, perangkat berat nan dikerahkan meliputi tiga ekskavator PC-200 dan tiga buldoser. Sebagian perangkat berat telah lebih dulu diberangkatkan ke letak proyek, sementara sisanya menyusul berbareng material lainnya.
Komandan Kapal ADRI LIII, Letkol Cba Humiter Siagian, menyebut pengiriman material disesuaikan dengan tahapan pekerjaan agar pembangunan tidak mengalami hambatan.
"Material dikirim berasas prioritas pekerjaan. Besi tulangan dan perangkat berat didahulukan untuk pekerjaan pondasi, sedangkan besi gelagar dikirim mengikuti progres pembangunan sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat melangkah tanpa kendala," katanya.
Selain mendatangkan material Jakarta, material alam seperti pasir dan batu diperoleh dari wilayah sekitar Amfoang.
Humiter menjelaskan pelayaran dari Jakarta menuju Kupang ditempuh selama lima hari. Setibanya di Kupang, kapal sempat menunggu giliran sandar lantaran keterbatasan dermaga. Awalnya, proses pembongkaran dilakukan di Pelabuhan Bolok dan dilanjutkan di Pelabuhan Peti Kemas Tenau dengan support personel TNI dan pihak PT Pelindo.
Adapun pembangunan empat jembatan ini beraal dari laporan mahasiswa kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat berjamu ke Kupang pada Mei 2026. Selanjutnya Gibran berjamu ke letak jembatan tersebut. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·