Trump Mendadak Tunda Serangan ke Iran, Terima Telepon Pangeran MBS

57 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bakal menunda rencana serangan baru terhadap Iran selama tetap ada kesempatan untuk mencapai kesepakatan nan dapat menghentikan ambisi nuklir Teheran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran daya terpenting bumi nan sekarang berada dalam kondisi tidak menentu akibat konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (1/8/2026) malam waktu setempat melalui platform Truth Social. Ia mengatakan Iran berbareng sejumlah negara Timur Tengah meminta waktu untuk merampungkan kesepakatan nan bakal menghasilkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan segera, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran.

"Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk menyelesaikan sebuah kesepakatan nan bakal menghasilkan pembukaan Selat Hormuz secara Segera, Lengkap, dan Total serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," tulis Trump.

Trump menegaskan bahwa berasas permintaan tersebut, dia memutuskan membatalkan serangan nan sebelumnya dipertimbangkan.

"Berdasarkan permintaan tersebut, saya telah setuju, demi masa depan DUNIA dan juga demi kelangsungan hidup Iran nan sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan itu, dengan syarat kesepakatan dapat segera dicapai," lanjutnya.

Trump juga mengeklaim Israel mendukung langkah tersebut. "Israel berasosiasi dengan saya dalam komitmen ini," tulis Trump.

Namun hingga sekarang pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai klaim tersebut.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran pada akhir pekan memperingatkan AS agar tidak melakukan tindakan nan disebutnya sebagai tindakan "petualangan" militer baru.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan pesan tersebut dalam serangkaian percakapan telepon dengan pejabat tinggi Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Sabtu.

Menurut akun Telegram Araqchi, dalam pembicaraan dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Iran menegaskan bakal merespons secara tegas setiap tindakan agresi.

Araqchi mengatakan Iran bakal memberikan respons nan tegas terhadap setiap "agresi" dan membahas akibat dari "tindakan nan berkarakter destabilisasi" oleh AS serta prospek meningkatnya ketidakamanan kawasan.

Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, Araqchi kembali memperingatkan bahwa serangan apa pun dari AS dan Israel alias keterlibatan negara-negara area dalam operasi tersebut bakal dibalas.

Araqchi menegaskan bahwa setiap serangan oleh AS dan Israel alias partisipasi negara-negara regional dalam tindakan tersebut bakal mendapatkan "respons nan proporsional."

Adapun di tengah meningkatnya ketegangan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga dilaporkan berbincang langsung dengan Trump pada Sabtu.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa pemimpin de facto Arab Saudi tersebut "menyampaikan kekhawatiran dan meminta kejelasan" mengenai rencana AS terhadap Iran.

Seorang pejabat Gedung Putih juga mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Mohammed bin Salman berbincang dengan Trump, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi pembicaraan tersebut.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya