Tok! Siswa-Guru Penerima MBG Keracunan, Kepala Dapur Langsung Dicopot

50 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menetapkan perubahan status kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari sebelumnya dikategorikan sebagai kejadian menonjol menjadi kejadian fatal. Sejalan dengan keputusan tersebut, BGN juga mulai menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap kejadian keamanan pangan nan terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Keputusan itu diambil usai Sudaryono melakukan kunjungan langsung kepada penerima faedah nan terdampak kasus keracunan di Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya, setiap kejadian nan menakut-nakuti keselamatan penerima faedah kudu diperlakukan sebagai persoalan serius, lantaran menyangkut nyawa dan kesehatan masyarakat.

"Sesuai dengan (hasil) rapat, kami putuskan bahwa keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa seseorang, kondisi kesehatan seseorang. Kami berambisi ini menjadi kasus nan pertama dan terakhir semenjak saya menjadi Kepala Badan," tegas Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026).

Dengan perubahan status tersebut, BGN juga memperketat sistem penanganan andaikan terjadi dugaan keracunan makanan di dapur MBG. Setiap SPPG nan diduga menjadi sumber kejadian bakal langsung dihentikan sementara operasionalnya (suspend), untuk menjalani investigasi menyeluruh.

Pemeriksaan bakal mencakup hasil uji laboratorium, penerapan standar higiene dan sanitasi, kepatuhan terhadap prosedur operasional, hingga pertimbangan terhadap personel nan bertanggung jawab dalam operasional dapur.

Tak hanya itu, Sudaryono memastikan kepala SPPG sebagai penanggung jawab operasional bakal langsung dicopot andaikan terjadi kasus keracunan, sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

"Setiap ada kasus keracunan, dapur alias SPPG langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi apakah terjadi kelalaian alias ada unsur lain. Hasil investigasi itu menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya," ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan semata-mata bermaksud memberikan hukuman, melainkan membangun budaya kerja nan mengutamakan keselamatan penerima faedah sekaligus meningkatkan disiplin seluruh pihak nan terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG.

"Zero tolerance terhadap kasus keracunan. Ini menyangkut nyawa, kondisi kesehatan, dan keamanan anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita," ucap dia.

BGN menyatakan, bakal terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh SPPG agar penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis memenuhi standar keamanan pangan nan lebih ketat. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan seluruh penerima faedah di beragam daerah.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya