Tokoh-Tokoh Merapat ke Istana, Ada Istri Bung Karno Hingga Ma'ruf Amin

52 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Tamu undangan mulai memadati Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Menurut info nan dihimpun CNBC Indonesia, mereka telah antre sejak 02.00 WIB. Mayoritas menggunakan busana unik daerah. Mulai dari baju unik Betawi hingga busana asal Bali.

Berdasarkan info nan dihimpun, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bakal dimulai pukul 10.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto bakal menjadi pengawas upacara. Saat ini sedang berjalan kirab Bendera Negara Sang Merah Putih dan Teks Proklamasi dari Monas menuju Istana Merdeka.

Sejumlah tokoh pun terpantau telah tiba di Istana Merdeka. Salah satunya adalah Ratna Sari Dewi Soekarno, istri Proklamator Kemerdekaan RI sekaligus Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno).

Ratna nan mengenakan kebaya berwarna merah muda juga memberikan pesan angan agar Indonesia semakin maju. Ia juga mengenang memorinya berada di Istana Merdeka, nan nampak berbeda.

"Saya kaget sekali istana-nya sudah tukar banyak ya, ada gedung nan dulu tidak ada. Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada laman nan besar sekarang ada gedung," katanya kepada wartawan.

Sementara itu Soraya Hamzah Haz, istri dari almarhum Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 RI, telah datang mengenakan busana budaya minang. Dia memberikan angan agar Indonesia jaya dan makmur.

"Harapan selalu saya bermohon untuk Indonesia tetap jaya dan makmur untuk rakyat Indonesia selalu sejahtera selalu senang dan selalu kompak dari ujung Merauke. Kekompakan itu lebih krusial dan Indonesia kompas terbaik, cermin terbaik rakyat Indonesia untuk negara lain tetap Indonesia merdeka," kata Soraya.

Kemudian Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin juga tiba di sisi barat Istana Merdeka. Dia mengapresiasi program transformatif pemerintah nan sudah sesuai cita-cita bangsa. Meskipun dia mengingatkan pengawasan saat penerapan program.

"Hanya memang nan perlu diwaspadai dan monitor terus implementasinya. Supaya tidak terjadi deviasi, penyimpangan, agar tidak ada korupsi, agar juga tidak menyimpang dari tahapan-tahapan nan seharusnya, sehingga memang apa nan di tema-kan dan kemudian program transformatif mencapai sasaran," kata Ma'ruf.

Dia juga memberikan angan agar seluruh bangsa berasosiasi agar hidup tenteram dalam kerukunan.

"Sehingga tidak ada gejolak nan bisa mengganggu. Mudah-mudahan semua melangkah dengan baik dan kondusif dan warganya tentram damai, sehingga apa nan jadi cita-cita bangsa ini tidak terganggu lagi, tidak tersendat lagi lantaran ada hal-hal nan tidak semestinya terjadi," katanya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya