Para pemain Timnas Spanyol merayakan juara.(AFP)
Mantan gelandang Timnas Jerman, Toni Kroos, tidak menahan diri dalam memberikan penilaian terhadap kegagalan Argentina di partai Final Piala Dunia 2026. Melalui media sosial, eks bintang Real Madrid tersebut melontarkan sindiran tajam nan menyoroti pendekatan taktis serta masalah disiplin tim didikan Lionel Scaloni saat menghadapi Spanyol di New York.
Toni Kroos, nan dikenal dengan visi permainannya nan elegan, tampak sangat menikmati hasil pertandingan di Amerika Utara tersebut. Tak lama setelah peluit panjang dibunyikan, Kroos mengunggah pesan singkat namun menohok melalui akun X (sebelumnya Twitter) miliknya.
Tulisan "Sepak bola nan menang" dianggap sebagai sindiran langsung terhadap style bermain Argentina nan dianggap negatif dan tidak sportif. Kroos secara lembut mengejek gimana tim nan mengandalkan strategi melindungi ekstrem dan permainan keras akhirnya kudu tunduk pada tim nan mengedepankan penguasaan bola dan produktivitas serangan seperti Spanyol.
Kekalahan ini tidak hanya memupus angan Argentina untuk mempertahankan takhta dunia, tetapi juga meninggalkan catatan merah mengenai disiplin pemain mereka di panggung internasional terbesar.
Dominasi TImnas Spanyol
Spanyol resmi memastikan gelar juara Piala Dunia kedua mereka setelah menumbangkan Argentina dalam laga dramatis nan berjalan hingga babak perpanjangan waktu. Gol tunggal kemenangan La Roja dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106.
Pertandingan ini menjadi mimpi jelek bagi Argentina, terutama setelah Enzo Fernandez diusir keluar lapangan oleh wasit. Gelandang tersebut menerima kartu kuning kedua nan memaksa tim Amerika Selatan itu bermain dengan sepuluh pemain di sisa laga perpanjangan waktu. Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh skuad didikan Luis de la Fuente untuk mengunci kemenangan 1-0.
Taktik Negatif Argentina
Sepanjang waktu normal, Spanyol sepenuhnya mengendalikan ritme permainan. Statistik menunjukkan kekuasaan absolut La Roja nan menekan musuh dengan sangat ketat. Frustrasi Argentina terlihat jelas di lapangan; mereka kandas melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang (shot on target) selama pertandingan berlangsung.
Pendekatan taktis Argentina nan dinilai terlalu melindungi dan garang di Final Piala Dunia 2026 justru menjadi bumerang. Alih-alih menciptakan peluang, mereka lebih banyak terjebak dalam permainan kasar nan berujung pada hukuman disiplin dari pengadil lapangan. (E-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·