Truk ODOL Masih Bergentayangan, Ini Efek Horor ke Jalan Tol

3 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyoroti maraknya truk over dimension overload (ODOL) sebagai salah satu penyebab utama penurunan kualitas jalan tol belakangan ini. Kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih itu dinilai mempercepat kerusakan jalan sekaligus menambah akibat keselamatan di ruas tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati mengungkapkan, jumlah kendaraan ODOL nan melintas di jalan tol tetap tinggi. Di ruas Jalan Tol Trans Sumatera nan dikelola PT Hutama Karya (Persero) misalnya, tercatat ada 35.498 kendaraan ODOL per hari sepanjang 2025.

Sementara itu, di jalan tol nan dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), jumlah kendaraan ODOL nan melintas tercatat sekitar 3.342 kendaraan per hari.

"Tingkat pelanggaran ODOL di Jalan Tol sudah pada tingkat nan mengkhawatirkan. Di mana tercatat di ruas Jalan Tol nan dikelola Jasa Marga rata-rata pelanggaran itu mencapai 17,62% terhadap kendaraan non-golongan 1 nan melintas di Jalan Tol. Sementara untuk ruas Jalan Tol Trans Sumatera nan dikelola oleh PT Hutama Karya, ini angkanya lebih tinggi ialah mencapai 21,29%," ungkap Ni Komang dalam rapat dengar pendapat berbareng Komisi V DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Truk melintas di Jalan Tol Lingkar Luar, Jakarta, (19/5/2025). Rencana pemerintah untuk menertibkan truk over dimension over load (ODOL) mulai menunjukkan hasil. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menegaskan Indonesia bebas truk ODOL pada tahun depan alias 2026 mendatang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Truk melintas di Jalan Tol Lingkar Luar, Jakarta, (19/5/2025). Rencana pemerintah untuk menertibkan truk over dimension over load (ODOL) mulai menunjukkan hasil. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menegaskan Indonesia bebas truk ODOL pada tahun depan alias 2026 mendatang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Truk melintas di Jalan Tol Lingkar Luar, Jakarta, (19/5/2025). Rencana pemerintah untuk menertibkan truk over dimension over load (ODOL) mulai menunjukkan hasil. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menegaskan Indonesia bebas truk ODOL pada tahun depan alias 2026 mendatang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Komang menjelaskan, akibat kendaraan ODOL tak berakhir pada kerusakan perkerasan jalan. Keberadaan truk-truk tersebut juga memicu persoalan lain, mulai dari waktu tempuh nan makin panjang akibat antrean dan kemacetan, biaya pemeliharaan nan membengkak, hingga meningkatnya fatality rate dalam kecelakaan lampau lintas.

"Pelanggaran muatan berlebih ini sangat berakibat sangat signifikan pada kerusakan awal perkerasan jalan, nan mengakibatkan peningkatan biaya preservasi dan penurunan kecepatan kendaraan. kemudian peningkatan akibat kecelakaan tingkat fatalitas, serta juga polusi dan emisi udara," bebernya.

Karena itu, menurut dia, penanganan kendaraan ODOL perlu segera dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mempertahankan mutu jasa prasarana jalan tol.

"Penertiban kendaraan ODOL menjadi rumor krusial nan kudu menjadi perhatian bersama. Upaya ini sangat krusial untuk dilakukan, untuk mempertahankan umur jasa prasarana jalan tol," pungkasnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya