ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran nan baru disepakati pada Juni lalu, resmi berakhir. Kendati demikian, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat (10/7) bahwa Iran meminta melanjutkan pembicaraan dengan AS.
AS juga disebut sudah menyetujui usulan tersebut. Pengumuman Trump ini disampaikan setelah tiga kapal tanker komersial milik Qatar dan Arab Saudi ditembaki pekan ini.
Insiden itu memicu serangan jawaban AS terhadap sejumlah letak di Iran. Pada Kamis (9/7), Iran kembali melancarkan serangan terhadap instalasi militer AS di negara-negara Timur Tengah. Tidak ada laporan mengenai serangan pada Jumat (10/7).
"Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan 'pembicaraan.' Kami telah menyetujuinya, namun AS telah menegaskan kepada mereka tanpa keraguan sedikit pun bahwa gencatan senjata telah BERAKHIR!" tulisnya dalam sebuah unggahan di Truth Social, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/7/2026).
Kedua negara mencapai kesepakatan sementara bulan lampau untuk mengakhiri bentrok empat bulan nan telah menewaskan ribuan orang dan menghalang pasokan daya dunia.
Para negosiator Qatar berjumpa dengan para pejabat di Iran pada Jumat (10/7) untuk berupaya meredakan ketegangan pasca-insiden baku tembak, serta membahas lampau lintas pelayaran di Selat Hormuz, ungkap sebuah sumber nan mengetahui situasi tersebut kepada Reuters.
Lalu lintas harian kapal tanker di jalur perairan vital itu tampak melambat pada Jumat (10/7), setelah serangkaian serangan memicu kekhawatiran mengenai pemulihan pasokan minyak dunia dan aktivitas pelayaran, sekaligus menyoroti rapuhnya gencatan senjata sementara tersebut.
Menurut sumber tersebut, pembicaraan pihak Qatar di Iran bermaksud membahas penyelenggaraan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran, serta beragam masalah nan memicu eskalasi baru-baru ini, termasuk sengketa mengenai navigasi di selat tersebut.
Kantor buletin semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa sebuah delegasi Qatar mengunjungi Iran sebagai bagian dari upaya Doha untuk memperkuat perannya sebagai mediator.
Harga minyak sedikit turun pada Jumat (10/7), namun tetap mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 5% setelah terjadinya ketegangan tersebut.
(fab/fab)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·