ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bak 'menjilad ludahnya sendiri". Setelah mengaku cuek dengan kenaikan nilai BBM di Amerika, kini, dia memerintahkan seluruh pengecer bahan bakar minyak (BBM) di negaranya untuk segera menurunkan nilai bensin. Melalui pernyataan tegasnya, Trump memperingatkan bakal adanya akibat norma dan masalah besar jika para pelaku upaya nekat "melakukan praktik katrol nilai terlarangan di stasiun pengisian bahan bakar".
Trump pun mendesak para pemilik pompa bensin untuk segera merespons peringatannya dan mematok sasaran nilai baru. Harga BBM hanya boleh di kisaran US$2,50 (Rp40.850) per galon demi meringankan beban masyarakat.
"Pengecer Bensin kudu menurunkan Harga mereka, SEGERA. Tidak bakal ada tindakan dongkrak nilai (gouging) nan mana itu sepenuhnya ilegal. Jika Pengecer tidak melakukan ini, masalah besar menanti di depan! Mulailah menargetkan nomor sekitar US$ 2,50 per Galon," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
"Para Pengecer kudu sigap bereaksi terhadap pernyataan ini, dan melakukan apa nan mereka tahu betul - TURUNKAN HARGA ANDA UNTUK RAKYAT AMERIKA KITA YANG LUAR BIASA!," tambah Trump dalam unggahan nan sama.
Secara khusus, Trump membidik wilayah California dan mendesak otoritas setempat untuk memotong pajak bensin mereka nan dinilai terlampau tinggi. Kebijakan pajak tersebut dinilai Trump telah menyengsara masyarakat setempat, mengingat Gubernur California Gavin Newsom nan berasal dari Partai Demokrat merupakan salah satu kritikus paling keras terhadap Trump, terutama mengenai ambisi California beranjak ke jaringan listrik netral karbon dalam 20 tahun ke depan.
"Segera besaran Pajak bakal lebih tinggi daripada Produk itu sendiri, dan Amerika Serikat tidak bakal membiarkannya, begitu pula Rakyat California, nan sedang dilecehkan oleh Pajak konyol ini, dan oleh Pemerintah mereka sendiri," kecam Trump.
Guna mendongkrak pasokan bahan bakar domestik, pemerintahan Trump apalagi telah menggunakan kewenangan darurat untuk mengaktifkan kembali pipa minyak di California nan sempat ditutup sejak tahun 2015 akibat kebocoran massal. Tidak hanya menyasar pengecer kecil, Trump pada pekan lampau juga mengonfirmasi telah memerintahkan Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menyelidiki korporasi minyak raksasa lantaran enggan menurunkan nilai di tingkat konsumen saat biaya pengadaan minyak mentah bumi sebenarnya sudah ambruk pasca-perundingan damai.
"Perusahaan Minyak besar tidak menurunkan nilai mereka di pompa bensin sebanding dengan penurunan tajam nilai nan mereka bayar untuk Minyak. Harga-harga itu turun seperti batu! Dengan kata lain, pengguna sedang 'diperas'. Saya telah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk segera mulai menyelidiki perihal ini," ungkap Trump pada Rabu lalu.
Tekanan politik nan dilayangkan Trump ini dinilai para analis erat kaitannya dengan persiapan menghadapi pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang. Adapun di tengah hujan kritik dari publik AS mengenai akibat pembengkakan biaya hidup akibat perang Iran, Trump berulang kali meyakinkan bahwa nilai bahan bakar bakal segera merosot tajam setelah bentrok di Timur Tengah usai, meskipun sejumlah master ekonomi menyanggah klaim tersebut dan memprediksi akibat inflasi jangka panjang nan jauh lebih berat bagi ekonomi AS.
(luc/șef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·