ilustrasi(SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump tengah mengkaji wacana penetapan biaya sebesar 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,8 miliar) bagi setiap mahasiswa asing nan mau menetap dan bekerja di Negeri Paman Sam setelah menyelesaikan studinya.
Sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ), Kamis (30/7), kebijakan tersebut saat ini tetap dalam tahap pembahasan di tingkat Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Oleh lantaran itu, belum dipastikan apakah Gedung Putih bakal memberikan persetujuan akhir.
Hingga sekarang juga belum dijelaskan secara terperinci apakah beban biaya dahsyat tersebut wajib ditanggung langsung oleh para lulusan asing alias dibayarkan oleh perusahaan pengampu di AS.
Jika resmi diberlakukan, skema pemungutan biaya ini bakal diterapkan melalui program Optional Practical Training (OPT). Program tersebut selama ini mengizinkan lulusan internasional dari perguruan tinggi AS untuk bekerja menggunakan visa pelajar dengan lama hingga tiga tahun. Data WSJ mencatat, terdapat sekitar 419.000 mahasiswa asing nan memanfaatkan program OPT sepanjang 2024.
Wacana pengetatan imigrasi ini diperkirakan bakal memicu akibat sistemis. Sektor pendidikan tinggi di AS berpotensi kehilangan pendapatan signifikan mengingat mahasiswa internasional selama ini menjadi penopang finansial utama kampus. Di sisi lain, raksasa industri teknologi di Silicon Valley hingga korporasi finansial di Wall Street juga terancam kekurangan pasokan tenaga mahir berkewarganegaraan asing untuk posisi-posisi teknis strategis.
Rencana ini kian mempertegas sinyal pengetatan imigrasi nan diusung pemerintahan Trump. Awal bulan ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah mengumumkan pembatasan masa bertindak visa bagi wartawan asing, mahasiswa, hingga peserta program pertukaran budaya.
Melansir laporan The Washington Post bulan lalu, sejumlah kampus di AS apalagi mulai menyuarakan tekanan krisis finansial akibat penurunan drastis jumlah mahasiswa internasional sebagai imbas langsung dari kebijakan imigrasi nan makin ketat. (Ant/Sputnik/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·