Jakarta, CNBC Indonesia - Kepercayaan publik Amerika Serikat (AS) terhadap keahlian Presiden Donald Trump mengelola perekonomian terus melemah. Survei Reuters/Ipsos menunjukkan Demokrat unggul atas Republik dalam rumor ekonomi untuk pertama kalinya dalam nyaris satu dekade, di tengah anjloknya kepuasan terhadap Trump.
Survei nan dilakukan pada Rabu hingga Senin terhadap 4.505 responden dewasa di AS. Hasilnya menunjukkan 37% pemilih terdaftar menilai Partai Demokrat lebih bisa menangani perekonomian, sedikit di atas Partai Republik nan memperoleh 36%.
Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap keahlian Trump turun menjadi 35% dari 37% pada survei bulan sebelumnya. Ini hanya terpaut satu poin dari level terendah selama masa jabatannya.
Kemerosotan tersebut dinilai berangkaian dengan memburuknya kondisi ekonomi rumah tangga Amerika, terutama setelah lonjakan nilai daya akibat bentrok AS-Israel dengan Iran. Dalam survei itu, kelebihan Partai Republik dalam rumor ekonomi nan selama ini menjadi jagoan mereka terus menyusut hingga akhirnya berbalik menguntungkan Demokrat.
Trump sebelumnya menyatakan serangan terhadap Iran bermaksud melumpuhkan program nuklir Teheran. Ia percaya operasi bakal membatasi keahlian militer serta membuka kesempatan perubahan politik di negara tersebut.
Namun di sisi lain, nilai bensin di AS telah melonjak lebih dari 25% sejak bentrok dimulai. Rata-rata penduduk Amerika sekarang kudu bayar lebih dari US$1 per galon lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
Survei Reuters/Ipsos juga memperlihatkan Demokrat memimpin preferensi pemilih menjelang pemilu sela Kongres AS. Pemilu sela bakal berjalan November mendatang.
Sebanyak 42% responden menyatakan bakal memilih kandidat Demokrat, sedangkan 37% memilih kandidat Partai Republik. Di kalangan pemilih independen, Demokrat unggul 12 poin persentase.
Meski demikian, hasil jajak pendapat nasional belum tentu mencerminkan hasil pemilu secara keseluruhan. Persaingan diperkirakan hanya bakal berjalan sengit di sekitar tiga lusin dari total 435 bangku DPR AS serta sekitar delapan bangku Senat nan dianggap betul-betul kompetitif.
Trump sendiri kembali menolak hasil survei nan menunjukkan menurunnya support publik. Menjelang rilis jajak pendapat Reuters/Ipsos, dia menulis di akun Truth Social bahwa "angka jajak pendapat saya nan sebenarnya, bukan nomor rekaan media buletin palsu, adalah nan terbaik nan pernah ada".
Survei Reuters/Ipsos tersebut dilakukan secara daring di seluruh wilayah AS dengan melibatkan 4.505 responden dewasa. Survei ini mempunyai margin of error sebesar 2 poin persentase.
(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·