Trump Mendadak Bertemu Menhan Arab Saudi, Apa yang Dibahas?

1 hari yang lalu 5
Trump Mendadak Bertemu Menhan Arab Saudi, Apa nan Dibahas? Khalid bin Salman.(Dok Istimewa)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan pertemuan mendadak dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, pada Rabu (29/7) waktu setempat. Pertemuan ini menjadi krusial di tengah meningkatnya ketegangan regional dan keterlibatan militer kedua negara dalam serangan udara di Irak baru-baru ini.

Berdasarkan info dari pejabat AS dan sumber nan mengetahui pertemuan tersebut, agenda itu ditambahkan ke agenda kunjungan Pangeran Khalid setelah dia berjumpa dengan Wakil Presiden JD Vance. Dalam pertemuan dengan Vance, utusan Riyadh tersebut menyampaikan pesan langsung dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengenai posisi kerajaan terhadap bentrok dengan Iran.

Misi Deeskalasi di Tengah Serangan Militer

Pertemuan ini terjadi hanya sehari setelah militer Arab Saudi dan Komando Pusat AS (Centcom) melancarkan serangan campuran terhadap milisi pro-Iran di Irak pada Selasa. Centcom menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas lebih dari 30 serangan pesawat nirawak (drone) nan diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap prasarana Saudi dalam 72 jam terakhir.

Meski melakukan tindakan militer, Pangeran Khalid menegaskan kepada pihak Gedung Putih bahwa Arab Saudi tetap mengutamakan jalur deeskalasi. "Putra Mahkota mau menyampaikan bahwa serangan di Irak bukan berfaedah Arab Saudi pro-eskalasi, melainkan corak kesiapan memihak diri jika diperlukan," ujar seorang sumber nan mengetahui isi pembicaraan tersebut.

Perbedaan Posisi dengan Israel

Kunjungan Menhan Saudi itu dilakukan hanya berselang satu hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjumpa dengan Trump. Sumber internal menyebut ada perbedaan visi nan kontras antara kedua sekutu AS tersebut dalam menangani Iran.

Pangeran Khalid dilaporkan memberi tahu Wapres Vance bahwa sementara Netanyahu mendorong eskalasi lebih lanjut dengan Iran, Arab Saudi justru memandang deeskalasi sebagai jalur nan lebih membuahkan hasil bagi stabilitas kawasan.

Konteks Penting: Arab Saudi terus berupaya memengaruhi kebijakan luar negeri Trump terhadap Iran. Meskipun sempat terjadi ketegangan dalam lima bulan terakhir, Riyadh tetap menjadi sekutu kunci nan mempunyai akses langsung ke lingkaran dalam Trump.

Negosiasi dengan Houthi

Selain rumor Iran dan Irak, pertemuan tersebut juga membahas situasi di Yaman. Dua minggu lalu, Trump dilaporkan memberikan support kepada MBS untuk tindakan militer terhadap golongan Houthi nan didukung Iran. Langkah ini memicu ancaman blokade laut dari Houthi terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi.

Namun, Pangeran Khalid menegaskan kepada AS bahwa kerajaan saat ini bisa mengelola situasi dengan Houthi secara berdikari dan tidak memerlukan keterlibatan langsung militer AS pada tahap ini. Arab Saudi juga mengonfirmasi bahwa mereka tetap terus melakukan negosiasi dengan golongan Houthi untuk mencari solusi diplomatik.

Hingga buletin ini diturunkan, instansi Wakil Presiden AS menolak memberikan komentar resmi mengenai perincian pertemuan tertutup tersebut. (Axios/I-2)

Selengkapnya