Trump: Selat Hormuz Jadi Wilayah AS adalah Gagasan Bagus

1 hari yang lalu 4
 Selat Hormuz Jadi Wilayah AS adalah Gagasan Bagus Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Anadolu Agency/Can Hasasu )

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pendapat untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS sebagai buahpikiran nan "bagus". Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan pada Senin (17/8) saat menjelaskan kemungkinan jalur air strategis tersebut menjadi bagian integral Amerika.

"Saya memang berpikir itu buahpikiran nan bagus. Kami mengendalikan (Selat Hormuz) melalui blokade, dan saya menyukai pendapat untuk menyatakannya sebagai wilayah (AS)," ujar Trump. Ia kembali mengeklaim bahwa saat ini Washington mempunyai kendali penuh atas jalur pelayaran minyak bumi tersebut.

Trump menilai langkah blokade nan dilakukan militer AS sejauh ini sangat efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut sukses menjaga stabilitas pasokan minyak hingga jutaan barel per minggu dan menekan nilai minyak dunia. Namun, dia memperingatkan adanya tindakan nan lebih drastis jika situasi tidak berubah sesuai kemauan Washington.

Klaim Trump ini menyusul pernyataannya pada Jumat pekan lampau nan menyebut bakal segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Ketegangan di area ini meningkat tajam sejak 8 Juli, setelah Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran nan dicapai pada 18 Juni tidak lagi berlaku.

Pasca-pembatalan gencatan senjata, militer AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan tindakan tersebut merupakan respons atas gangguan Teheran terhadap kapal-kapal komersial nan melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di beragam wilayah Timur Tengah. Teheran menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata secara sepihak.

Meskipun eskalasi militer terus terjadi, kedua belah pihak dilaporkan tetap berupaya menyepakati ketentuan baru untuk mengakhiri bentrok dengan support mediator dari Timur Tengah. Namun, pada 9 Agustus lalu, Trump menyebut negosiasi dengan Teheran dilakukan dengan langkah separuh hati di tengah kondisi ekonomi Iran nan kian memburuk. (Ant/I-1)

Selengkapnya