Tuchel soal Inggris Tersingkir: Kami yang Paling Sakit

3 hari yang lalu 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Inggris Thomas Tuchel menegaskan bahwa kekalahan timnya dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 membuat mereka jadi sosok nan paling merasakan sakit dibanding para pengkritik.

Inggris kudu mengubur mimpi lolos ke final Piala Dunia usai kalah dari Argentina. Usai kekalahan itu, Tuchel mendapatkan kritik dari kritikus, pengamat, dan juga suporter Inggris.

Bagi Tuchel, dari semua pihak nan merasa kecewa dengan kekalahan tersebut, pemain dan seluruh staf timnas Inggris lah nan jadi pihak paling merasakan sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami kudu terus melangkah dengan kondisi ini. Ini adalah rasa sakit kami. Ini rasa sakit kami, rasa sakit saya, dan rasa sakit para pemain."

"Kami adalah pihak nan paling merasakan sakit. Itu adalah luka nan kami bawa saat ini," kata Tuchel seperti dikutip dari Sky Sports.

Tuchel mengakui bahwa kekalahan dari Argentina adalah kekalahan nan menyakitkan. Namun kekalahan itu bakal jadi salah satu bagian krusial dalam perjalanan Inggris.

Banner Gempita Bola 2026

"Ini adalah kekalahan nan sangat menyakitkan dan kami adalah nan menanggungnya. Bukan kritikus, bukan para mahir [pengamat] juga bukan family kami. Kami nan kudu menghadapinya."

"Kami bakal mengatasinya. Kami bakal terbiasa dengannya. Kami bakal merespons dan perihal itu bakal dimulai pada laga kelak [lawan Prancis]. Kami tetap punya celah nan kudu ditutup dan kami mengerti betul itu. Di situlah konsentrasi kami ditempatkan," tutur Tuchel.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/abs)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya