Tucker Carlson Desak Donald Trump Dicopot terkait Ancaman Nuklir ke Iran

1 jam yang lalu 3
Tucker Carlson Desak Donald Trump Dicopot mengenai Ancaman Nuklir ke Iran (Youtube Tucker Carlson)

MANTAN pembawa aktivitas Fox News dan komentator konservatif, Tucker Carlson, secara mengejutkan menyerukan agar Presiden Donald Trump segera dicopot dari jabatannya. Pernyataan keras ini dipicu oleh kekhawatiran Carlson atas kemungkinan militer Amerika Serikat memulai penggunaan senjata nuklir dalam bentrok dengan Iran.

Dalam program The Tucker Carlson Show nan dirilis pada Jumat (28/8) waktu setempat, Carlson menyatakan bahwa wacana penggunaan senjata nuklir merupakan pelanggaran pemisah nan tidak bisa ditoleransi. Meski sebelumnya dia menentang keras dua upaya pemakzulan (impeachment) terhadap Trump dan menyebutnya absurd, kali ini dia mengambil posisi nan sangat berbeda.

Garis Merah Senjata Nuklir

Carlson menegaskan bahwa setiap pemimpin nan menyarankan penggunaan pertama (first use) senjata nuklir telah kehilangan haknya untuk memimpin. Menurutnya, akibat kehancuran kemanusiaan akibat serangan nuklir adalah argumen nan cukup untuk menuntut pencopotan segera.

"Menghancurkan seluruh umat manusia dengan serangan nuklir? Jadi kenapa tidak ada upaya untuk mencopotnya dari jabatan, seperti segera?" ujar Carlson dalam podcast tersebut. "Saya pikir itu adalah standar nan adil."

Carlson mengeklaim bahwa obrolan mengenai penggunaan senjata nuklir taktis telah terjadi di Pentagon. Ia menuduh Trump berulang kali memberi isyarat bahwa senjata nuklir bisa digunakan terhadap Iran, merujuk pada peringatan Trump pada April lampau bahwa, "Seluruh peradaban bakal meninggal malam ini," jika Iran kandas memenuhi tuntutan AS.

Keretakan Hubungan Carlson dan Trump

Pernyataan ini menandai keretakan nan semakin lebar antara Carlson dan Trump, sehingga sebagian besar didorong oleh ketidaksepakatan mengenai kebijakan luar negeri AS dan perang dengan Iran. Pada bulan Juni, Carlson apalagi mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Republik dan menyatakan tidak bakal lagi mendukung partai tersebut, sembari berencana membantu membangun partai ketiga.

Awal bulan ini, Carlson juga menggambarkan perang nuklir dan kepintaran buatan (AI) sebagai dua ancaman terbesar dalam sejarah serta mengkritik para pemegang otoritas nan dianggapnya terpaku dalam merespons ancaman tersebut.

Retorika Nuklir Trump Terhadap Iran

Ketegangan antara Washington dan Teheran memang terus meningkat. Trump berulang kali memperingatkan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mempunyai senjata nuklir. Meskipun pada akhir April Trump sempat menyatakan tidak perlu menggunakan senjata nuklir dan menginginkan denuklirisasi, laporan lain menunjukkan opsi militer tetap terbuka.

Pada bulan Juni, muncul laporan nan mengutip pejabat Gedung Putih bahwa manajemen Trump tidak menghapus opsi apa pun dari meja perundingan saat mempertimbangkan tindakan militer terhadap akomodasi nuklir bawah tanah Fordow di Iran. Selain itu, Trump juga menarik perhatian tahun lampau ketika menyarankan AS bisa melanjutkan pengetesan senjata nuklir untuk pertama kali sejak 1992 guna mengimbangi Rusia dan Tiongkok.

Hingga buletin ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai pernyataan terbaru dari Tucker Carlson tersebut. (Newsweek/I-2)

Selengkapnya