Tujuh Korban Luka Berat Gempa Manggarai Timur Dievakuasi ke Labuan Bajo

14 jam yang lalu 4
Tujuh Korban Luka Berat Gempa Manggarai Timur Dievakuasi ke Labuan Bajo Evakuasi korban gempa di Flores nan mengalami luka berat.(MI/Marianus Marselus)

TIM SAR Gabungan terus mempercepat proses pemindahan korban gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8).

Hingga Selasa (18/8) petang sebanyak tujuh korban dengan kondisi luka berat telah dievakuasi dari Kabupaten Manggarai Timur ke Labuan Bajo melalui jalur udara. Para korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RSUD Komodo.

Korban mengalami sejumlah cedera serius, di antaranya patah tulang, dislokasi, trauma vertebralis, serta luka parah pada bagian tangan. Evakuasi dilakukan dengan memprioritaskan korban nan memerlukan penanganan medis segera.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi mengatakan, tujuh korban dievakuasi dalam dua kloter menggunakan Helikopter Dauphin.

“Evakuasi dilakukan dalam dua kloter. Kloter pertama menggunakan Helikopter Dauphin dengan membawa tiga korban dan tim medis, sementara kloter kedua membawa empat korban,” kata Mohammad Syafi.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Helikopter Dauphin terus disiagakan di wilayah terdampak parah, khususnya Manggarai Timur. Jalur udara digunakan untuk memangkas waktu pemindahan korban menuju akomodasi kesehatan di Labuan Bajo.

Selain pemindahan korban, Basarnas juga memperkuat personel dan sarana pendukung di wilayah terdampak. Tim Rescue Kantor SAR Kupang berbareng unsur TNI, Polri, dan potensi SAR dari Kupang diberangkatkan menggunakan KN SAR Antareja.

Penambahan kekuatan tersebut diharapkan mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan pemindahan korban nan tetap memerlukan penanganan. Tim SAR Gabungan hingga sekarang terus berkoordinasi dengan seluruh unsur mengenai untuk memastikan penanganan korban gempa melangkah cepat, aman, dan terkoordinasi.(MM/E-4)

Selengkapnya