ARTICLE AD BOX
Ilustrasi.(Magnific)
PENELITIAN terbaru menunjukkan bahwa program terstruktur nan mengintegrasikan aktivitas bentuk rutin dengan diet unik kesehatan otak dapat meningkatkan daya ingat dan keahlian berpikir pada orang dewasa lanjut usia (lansia) nan berisiko tinggi terkena demensia.
Studi selama dua tahun ini mengawasi lebih dari 1.000 perseorangan berumur antara 60 hingga 77 tahun di 11 negara Amerika Latin. Para partisipan mempunyai aspek akibat seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, alias usia lanjut.
Dalam penelitian tersebut, separuh partisipan menyelesaikan latihan bentuk terawasi empat kali seminggu, menerima saran nutrisi sehat untuk otak nan dipersonalisasi, serta mengikuti training kognitif, aktivitas sosial, dan pemantauan kesehatan rutin. Sementara itu, golongan pembanding hanya menerima saran kesehatan umum dan menghadiri empat pertemuan selama dua tahun.
Hasilnya, mereka nan mengikuti program terstruktur menunjukkan performa nan lebih baik dalam tes kognisi, memori episodik, kegunaan eksekutif, dan kecepatan pemrosesan informasi. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan style hidup dapat membantu melindungi kesehatan kognitif.
Berdasarkan rekomendasi para mahir nutrisi, berikut tujuh makanan nan disarankan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan otak:
1. Kacang Brasil (Brazil Nuts)
Kacang-kacangan mengandung lemak sehat nan memberikan struktur dan kegunaan pada sel otak. Lesley Reid, mahir diet terdaftar, merekomendasikan kacang Brazil lantaran kaya selenium, antioksidan kuat nan sangat baik untuk otak. Namun, lantaran kandungannya nan kuat, disarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari tiga butir per hari, baik dimakan mentah alias dicampur ke dalam yoghurt.
2. Kacang Arab (Chickpeas)
Protein sangat krusial lantaran dipecah menjadi masam amino nan merupakan blok gedung sel dan berkedudukan dalam neurotransmiter otak. Kacang arab adalah sumber protein nabati nan terjangkau dan serbaguna. Anda bisa memanggangnya, menambahkannya ke salad, alias mengolahnya menjadi hummus.
3. Blueberry
Buah berwarna ungu gelap ini kaya bakal flavonoid seperti anthocyanin dan quercetin. Priya Kannath, mahir nutrisi terdaftar, menjelaskan bahwa anthocyanin membantu mengurangi peradangan otak dan merangsang pertumbuhan sel otak baru, sementara quercetin melindungi sel dari stres oksidatif.
4. Sayuran Hijau
Sayuran seperti kale dan bayam kaya magnesium, vitamin B, dan vitamin C. Nutrisi ini mendukung produksi energi, kegunaan sistem saraf, dan memberikan perlindungan antioksidan bagi kegunaan otak. Sayuran ini mudah diolah ke dalam sup, kari, alias apalagi smoothie hijau.
5. Ikan Berlemak
Ikan seperti sarden dan salmon merupakan sumber utama masam lemak omega-3. Asupan omega-3 nan tinggi dikaitkan dengan kadar protein beta amiloid nan lebih rendah, nan sering dihubungkan dengan penyakit Alzheimer. Para mahir menyarankan konsumsi setidaknya dua porsi ikan berlemak per minggu.
6. Cokelat Hitam (Dark Chocolate)
Cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70% mengandung flavonoid nan mendukung kegunaan kognitif dan meningkatkan aliran darah ke otak. Disarankan untuk mengonsumsi satu kotak mini cokelat hitam setelah makan malam sebagai camilan sehat.
7. Minyak Zaitun Extra Virgin
Minyak oliva jenis ini mempunyai sifat anti-inflamasi nan mendukung kesehatan vaskular. Karena kesehatan pembuluh darah sangat krusial bagi kesehatan otak, menambahkan sedikit minyak oliva extra virgin pada salad sangat direkomendasikan. (The Independent/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·