Ucapan Lengkap Bos Sawit Respons Tudingan Soal Kebakaran Hutan-Lahan

1 hari yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan ramai menjadi sorotan publik. Di tengah situasi tersebut, muncul tudingan di media sosial bahwa kebakaran sengaja dilakukan untuk membuka lahan baru perkebunan sawit.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono membantah dugaan tersebut. Ia menilai perusahaan sawit tidak mempunyai argumen untuk menggunakan langkah pembakaran dalam membuka lahan lantaran konsekuensinya sangat berat bagi pelaku usaha.

"Rasanya tidak mungkin perusahaan membuka lahan dengan langkah membakar. Kalau ketahuan selain izin dicabut, didenda dan dihukum," ujar Eddy kepada CNBC Indonesia, Senin (24/8/26).

Aturan mengenai pembukaan lahan juga menjadi salah satu pertimbangan krusial bagi perusahaan perkebunan. Selain akibat hukum, pembukaan lahan baru oleh perusahaan sawit telah lama berada dalam kebijakan moratorium.

"Kalau perusahaan sudah lama dimoratorium untuk pembukaan baru," kata Eddy.

Di sisi lain, persoalan pembakaran lahan tidak hanya berangkaian dengan aktivitas perusahaan. Ada ketentuan mengenai praktik pembakaran untuk kepentingan tertentu nan tetap menjadi perhatian dalam konteks pencegahan karhutla.

Eddy menyoroti ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Aturan tersebut memuat pengecualian mengenai kearifan lokal masyarakat dalam pembakaran lahan dengan batas tertentu.

"Yang jadi masalah UU 32 tentang lingkungan hidup untuk kearifan lokal tetap diperbolehkan membakar seluas 2 ha per KK," ujar Eddy.

Menurut Eddy, kondisi cuaca nan meningkatkan akibat kebakaran membikin praktik pembukaan lahan dengan langkah membakar perlu mendapat perhatian lebih. Pengendalian pembakaran menjadi semakin krusial ketika lahan berada dalam kondisi rentan terbakar.

Karena itu, dia mendorong adanya pengetatan terhadap praktik pembukaan lahan dengan langkah membakar selama kondisi karhutla tetap menjadi ancaman. Langkah tersebut dinilai perlu untuk mengurangi potensi munculnya sumber api baru di lapangan.

"Jadi sebaiknya di saat kondisi seperti sekarang membuka lahan dengan langkah membakar sebaiknya dilarang," kata Eddy.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya perbincangan warganet mengenai penyebab karhutla di Kalimantan. Sejumlah pengguna media sosial apalagi secara terbuka mengaitkan kebakaran dengan aktivitas pembukaan perkebunan sawit.

"HUTAN DIBAKAR. SAWIT DITAΝΑΜ. KRONI DIUNTUNGKAN. RAKYAT DIKORBANKAN," tulis @for*umsua*arakyat di kolom komentar postingan IG CNBC Indonesia.

Komentar serupa juga muncul dari warganet lainnya. Dugaan bahwa kebakaran dilakukan untuk membuka lahan sawit menjadi salah satu narasi nan beredar di kolom komentar unggahan CNBC Indonesia mengenai karhutla.

"kutip dikit ah, dibakar sengaja untuk membuka lahan "Sawit"" tulis @bu*boss*itchen di di kolom komentar postingan IG CNBC Indonesia lainnya.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya