Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/SIMON MAINA)
BADAN Sepak Bola Eropa (UEFA) mengecam keras usulan FIFA nan berencana menjual saham turnamen Piala Dunia kepada penanammodal swasta. UEFA menilai wacana tersebut telah melampaui pemisah nan tak boleh dilanggar oleh badan pengatur sepak bola dunia.
"UEFA menanggapi perihal ini dengan sangat serius. Demikian pula semestinya setiap asosiasi sepak bola nasional dan setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, serta siapa pun nan peduli terhadap masa depan olahraga ini," tulis UEFA dalam pernyataan resminya, Selasa (28/7).
UEFA menegaskan bahwa nilai-nilai dasar dan pengelolaan sepak bola bumi tidak boleh dikomodifikasi demi untung segelintir pihak.
"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan, terlebih lagi tanpa adanya transparansi mengenai siapa nan memperoleh untung finansial. Tak satu pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Sepak bola bukanlah milik FIFA untuk dijual," tegas UEFA.
Pernyataan keras UEFA ini mencetus usai media asal Inggris, The Times, melaporkan rencana Presiden FIFA Gianni Infantino nan beriktikad menjual sebagian saham Piala Dunia kepada pihak swasta.
Dalam laporan tersebut, skema komersialisasi itu diperkirakan bakal menghasilkan puluhan miliar dolar AS. Sejumlah sumber menyebut bahwa obrolan awal berbareng calon penanammodal telah berjalan, melibatkan tokoh-tokoh nan dekat dengan lingkaran pemerintahan Trump.
Rencana penjualan ini diproyeksikan melalui pembentukan sebuah perusahaan baru (joint venture) nan bekerja mengelola turnamen-turnamen paling bergengsi milik FIFA, baik sektor putra maupun putri, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
Merespons polemik nan berkembang, FIFA pada rilis resminya, Selasa (28/7), menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk "meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola hingga lebih dari 10 miliar dolar AS, dengan ketentuan mendapat persetujuan dari asosiasi personil FIFA." (Ant/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·