UEFA Tolak Rencana Infantino, Negara Eropa Tak Ikut Kompetisi FIFA

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

UEFA dan 55 asosiasi sepak bola dari negara-negara Eropa resmi mengambil keputusan menolak rencana Presiden FIFAGianni Infantino, menjual saham Piala Dunia.

UEFA dan anggota-anggotanya nan berasal dari 55 negara berbeda melakukan rapat darurat pada Kamis (30/7) membahas rumor nan beberapa hari terakhir bergejolak.

FIFA berencana menjual saham kepada penanammodal mengenai kejuaraan nan berada di bawah naungan induk organisasi sepak boal bumi tersebut, termasuk Piala Dunia, nan diwujudkan dalam peluncuran FIFA Forward Enterprise (FFE).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah proposal, FIFA disebut bakal mendapatkan biaya sebesar US$4,2 miliar alias Rp74,9 triliun. FIFA menyatakan bakal menjual saham minoritas ke investor.

Untuk bisa mewujudkan rencana itu dan peluncuran FFE, Infantino menyatakan butuh support lebih dari 50 persen personil FIFA.

"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu. Kami dengan bunyi bulat dan tanpa ragu menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia dan kejuaraan FIFA lainnya kepada penanammodal swasta," tulis pernyataan resmi UEFA setelah menggelar rapat darurat.

UEFA menegaskan Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi dan tidak layak dijual kepada investor.

[Gambas:Instagram]

Menurut UEFA andaikan ada penanammodal mempunyai saham dalam kejuaraan FIFA, maka sepak bola bisa berubah.

"Keputusan soal almanak internasional, format kompetisi, dan keputusan soal masa depan sepak bola tidak lagi didorong oleh semangat terbaik untuk olahraga sepak bola, tetapi oleh nan terbaik bagi pemegang saham," ketik UEFA.

UEFA pun menyatakan tim nasional dari Eropa tidak bakal mengikuti kejuaraan FIFA selama proposal tetap beredar.

"Sebagai hasil dari obrolan hari ini, tidak ada tim nasional UEFA nan bakal berperan-serta dalam kejuaraan FIFA selama proposal ini tetap berlaku, selain proposal ini telah dibatalkan sepenuhnya dan agunan nan mengikat telah diberikan bahwa FIFA tidak bakal pernah lagi membuka tata kelola alias kejuaraan kepada swasta," jelas UEFA menegaskan.

"Tidak seorang pun bisa meragukan: UEFA dan asosiasi nasionalnya bakal menentang rencana ini dengan tekad bulat."

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)

Selengkapnya