ULM Banjarmasin titik awal tindakan World Cleanup Day 2026.(MI/Denny Susanto)
WAKIL Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq meluncurkan aktivitas bersih-bersih sedunia (World Cleanup Day) tingkat nasional 2026 nan dimulai di kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 34 ribu relawan ikut mensukseskan WCD 2026 nan bakal berhujung di kampus Atmajaya, Jakarta pada Oktober 2026 mendatang.
Peluncuran WCD 2026 ditandai dengan tindakan bersih-bersih sampah di lingkungan kampus dan perbincangan soal persampahan Wamenko Pangan dengan mahasiswa ULM Banjarmasin nan mengusung tema Aksi Bebarasih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrofiq, Selasa (18/8), mengharapkan aktivitas World Cleanup Day bisa memberikan akibat perubahan terhadap kondisi persampahan di Banjarmasin. "Diibaratkan penyakit masalah persampahan ini sudah kronis alias stadium 4, sehingga perlu penanganan serius dengan keterlibatan semua pihak. Selama ini kita berkutat pada masalah hilir ialah sampah sebagai obyek bukan masalah hulu alias utamanya," tegas Hanif.
Hingga sekarang baru sebagian mini sampah nan tertangani. Produksi sampah Indonesia perharinya mencapai 143 ribu ton alias 56 juta ton pertahun. Melalui WCD ini Hanif menginginkan mahasiswa memulai aktivitas penanganan sampah nan dimulai dari hal-hal kecil, dengan melibatkan mahasiswa.
“WCD ini kudu menjadi aktivitas besar nan dapat diisi dengan beragam kegiatan. Kalau tidak kita nan memulai lakukan, maka siapa lagi,” kata Hanif. Dengan resmi dimulainya aktivitas WCD di Kampus Lambung Mangkurat, maka Hanif menginginkan Kalimantan Selatan bisa menjadi bibit-bibit wilayah terbersih.
Rektor ULM Ahmad Alim Bachri menegaskan pihaknya telah merencanakan pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) nan unik untuk menangani persampahan. UKM ini bakal menggandeng 34 ribu mahasiswa ULM. Dirinya optimis UKM Peduli Sampah, bakal membawa perubahan nyata dalam persampahan di Kalsel.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berkarakter serimonial, melainkan menjadi aktivitas berkepanjangan nan dimulai dari kegiatan-kegiatan sederhana dalam penanganan sampah.
National Leader aktivitas World Cleanup Day, Andy Bahari mengatakan persoalan sampah baru mulai difokuskan dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, sejak dulu persoalan sampah dianggap sebagai persoalan sepele. Dirinya aktivitas World Cleanup Day bisa semakin meluas dan memberi akibat terhadap daerah. (E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·