Umur 80 Tahun! Presiden Nyapres untuk Periode ke-4, Sorot Antek Asing

1 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Brasil saat ini, Luiz Inacio Lula da Silva, kembali menyalonkan diri sebagai presiden untuk periode ke-4. Ia nan berumur 80 tahun, resmi memulai kampanye, untuk mempertahankan bangku kepresidenan pada pemilu Oktober mendatang.

Mengutip Al-Jazeera, Senin (3/8/2026), dalam pencalonannya ini, Lula menjadikan penolakan terhadap kombinasi tangan asing sebagai pesan utama kampanye. Ia menegaskan komitmen menjaga kedaulatan Brasil.

Minggu waktu setempat, di hadapan ribuan pendukung Partai Pekerja nan memadati pusat konvensi di Sao Paulo, Minggu, Lula apalagi berkampanye. Ia berjanji bahwa jika terpilih lagi, ini bakal menjadi masa kedudukan terakhir baginya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat pertahanan nasional. Salah satunya, melindungi persediaan logam tanah jarang serta mineral strategis Brasil dari penguasaan asing.

Negara-negara besar seperti China, Amerika Serikat (AS), maupun Prancis tidak bakal memperoleh akses terhadap kekayaan mineral Brasil tanpa menghormati kedaulatan negara tersebut. Ia juga menolak segala corak intervensi pihak luar dalam urusan domestik Brasil.

"Saya mau bersiap, agar tidak ada nan menginvasi negara ini," kata Lula.

"Di Brasil, kami tidak menerima siapa pun nan mencampuri urusan nan bukan ranah mereka," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Brasil dengan AS setelah Washington mengenakan dua putaran tarif terhadap produk Brasil pada Juli lalu. Pemerintah Brasil menolak tuduhan praktik perdagangan tidak setara nan menjadi dasar kebijakan tersebut.

Sementara itu, Lula kembali menyerang Flavio Bolsonaro, kandidat presiden lainnya dari Partai Liberal. Ia menyoroti kedekatan putra mantan Presiden Brsil Jair Bolsonaro itu dengan Presiden AS Donald Trump, apalagi menyebut Flavio sebagai "pengkhianat bangsa".

Profesor pengetahuan politik dari Getulio Vargas Foundation, Leonardo Paz, menilai rumor kedaulatan menjadi strategi nan tepat bagi Lula. Menurutnya, narasi tersebut memungkinkan Lula menghadirkan ancaman dari luar sebagai salah satu aspek nan memengaruhi kondisi Brasil saat ini.

"Pesan mengenai kedaulatan ini muncul pada saat nan tepat bagi Lula," ujar Paz.

Survei terbaru Datafolha menunjukkan Lula tetap unggul dalam simulasi putaran kedua melawan Flavio dengan elektabilitas 48% berbanding 43%. Meski demikian, persaingan diperkirakan tetap ketat mengingat polarisasi politik nan tetap kuat di Brasil.

Di sisi lain, Lula tetap menghadapi tantangan domestik berupa tingginya biaya hidup, kekhawatiran terhadap defisit anggaran, serta persoalan keamanan akibat aktivitas golongan kejahatan terorganisir. Sejumlah penyelidikan dugaan korupsi nan menyasar tokoh di kedua kubu politik juga diperkirakan bakal menjadi rumor dalam kampanye menuju pemilu Oktober.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya