KOMISIONER Uni Eropa (EU) untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner.(Dok. Uni Eropa)
KOMISIONER Uni Eropa (EU) untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner, menegaskan bahwa jaringan penyelundup manusia merupakan pihak nan paling bertanggung jawab atas tragedi kematian puluhan migran dalam krisis migran Ceuta, wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara.
Berdasarkan info nan dihimpun, terdapat perbedaan nomor kematian antara otoritas pusat dan daerah. Laporan pemerintah Spanyol menyatakan sebanyak 72 orang meninggal bumi dalam krisis tersebut. Namun, otoritas wilayah otonom Ceuta mencatat nomor nan lebih tinggi, ialah mencapai 88 korban jiwa.
"Ini jelas merupakan ulah penyelundup dan pelaku perdagangan manusia nan memanfaatkan disinformasi di media sosial," ujar Brunner dalam wawancara dengan surat berita Jerman, Bild, pada Rabu (5/8/2026).
Brunner mengutuk keras kejadian tersebut dan menyebut jatuhnya korban jiwa sebagai perihal nan tidak dapat diterima. Ia menyerukan upaya maksimal dari seluruh pemangku kepentingan untuk memerangi praktik penyelundupan manusia. Menurutnya, aktivitas terlarangan ini telah berkembang menjadi "model upaya nan sangat besar" di sepanjang area Mediterania.
Eskalasi Krisis di Perbatasan
Krisis di Ceuta mencapai titik puncaknya pada pekan lalu. Wilayah nan berbatasan langsung dengan Maroko tersebut menghadapi gelombang kehadiran migran nan masif dan tidak terduga. Tercatat sekitar 60.000 orang mencoba melintasi perbatasan hanya dalam satu hari.
Lonjakan ini dinilai sangat signifikan dan memberikan tekanan luar biasa pada prasarana setempat, mengingat total masyarakat Ceuta hanya berkisar 85.000 jiwa. Situasi keamanan dan kemanusiaan di wilayah tersebut dilaporkan sempat berada di periode kolaps.
Desakan Penangguhan Schengen
Ketidakmampuan Spanyol dalam mengendalikan arus migrasi di Ceuta memicu reaksi keras dari sejumlah negara personil Uni Eropa lainnya. Pejabat dari Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia secara terbuka menyuarakan kritik terhadap Madrid.
Negara-negara tersebut apalagi menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol di Kawasan Schengen. Langkah drastis ini diusulkan sebagai respons atas kekhawatiran bahwa kegagalan pengamanan di perbatasan luar Uni Eropa dapat menakut-nakuti stabilitas keamanan kolektif di wilayah bebas paspor tersebut. (Ant/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·