Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun, Menkeu: Masih Jauh di Bawah Batas 60%

37 menit yang lalu 2
 Masih Jauh di Bawah Batas 60% Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(MI/Insi Nantika Jelita)

UTANG pemerintah mencapai Rp10.293 triliun per Juni 2026, berasas catatan terbaru Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akhir Semester I-2026. Angka tersebut setara dengan 41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), alias meningkat sekitar Rp300 triliun dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi utang tersebut tetap berada dalam pemisah aman. Pasalnya, rasio utang pemerintah tetap jauh di bawah pemisah maksimal 60% terhadap PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

"Kalau kita lihat, tetap di bawah 60% jauh," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8).

Menurut dia, kondisi utang perlu dilihat dengan mempertimbangkan keahlian dan ukuran ekonomi nasional. Pemerintah juga tetap bakal memantau perkembangan hingga akhir tahun sebelum menarik konklusi mengenai arah rasio utang.

"Kan belum berhujung tahunnya, kelak kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa. Harusnya sih bakal bisa turun lagi sedikit," ujarnya.

Untuk menekan rasio utang, pemerintah bakal menjaga defisit anggaran agar tidak terlalu tinggi. Selain itu, pemerintah bakal meningkatkan efektivitas penerimaan negara, khususnya melalui perbaikan sistem pengumpulan pajak.

"Strateginya kita bakal batasin defisit agar enggak tinggi-tinggi amat," kata Purbaya.

Purbaya menegaskan peningkatan penerimaan pajak tidak berfaedah pemerintah bakal meningkatkan tarif pajak. Fokusnya dengan membersihkan dan memperbaiki langkah pemerintah dalam mengumpulkan pajak agar penerimaan negara lebih optimal.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka opsi menggunakan sebagian untung Danantara untuk mendukung pengelolaan fiskal. Menurut Purbaya, adanya pendapat Presiden agar sebagian untung Danantara dapat ditempatkan sebagai persediaan pemerintah nan pada akhirnya dapat membantu mengurangi beban utang.

Sebagian untung tersebut apalagi telah masuk pada tahun ini, meski besaran dan mekanismenya tetap bakal dibahas lebih lanjut. Pemerintah berbareng Danantara bakal menentukan corak pemanfaatannya secara bertahap.

"Kita meningkatkan efisiensi pendapatan kita dan mau membikin anggaran kita ke depan semakin berkesinambungan. Segala langkah kita manfaatkan, termasuk pendapatan dari Danantara," ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan, pemerintah tetap mendiskusikan sistem pemanfaatan untung Danantara tersebut. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesinambungan fiskal.

"Ini tetap kita diskusikan dengan Danantara," pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya