Cegah HIV-AIDS Remaja SMP Kota Cirebon Melalui Kampanye Youth Care

31 menit yang lalu 2
Cegah HIV-AIDS Remaja SMP Kota Cirebon Melalui Kampanye Youth Care Ilustrasi(Dok Istimewa)

Upaya mencegah HIV-AIDS dan jangkitan menular seksual (IMS) pada remaja sekarang memasuki babak baru dengan memanfaatkan teknologi digital. Edukasi sejak awal dan penemuan akibat nan adaptif terhadap karakter generasi masa sekarang menjadi kunci utama dalam membangun perlindungan kesehatan remaja, khususnya di tingkat SMP/MTs.

Penanganan persoalan kesehatan seksual dan reproduksi remaja memerlukan kerjasama lintas institusi. Hal inilah nan mendasari tim peneliti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya bersinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), tenaga kesehatan, psikolog, hingga pembimbing sekolah dalam program edukasi berjudul "Youth Care: Bekal Digital Remaja SMP/MTs Kota Cirebon Kenali HIV-AIDS dan IMS Sejak Dini".

Ketua Tim Penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Prodi DIII RMIK Cirebon, Elfi, mengungkapkan bahwa urgensi edukasi ini didorong oleh info kasus HIV-AIDS di Kota Cirebon nan tetap naik turun dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan info KPA Kota Cirebon, kasus HIV baru tercatat sebanyak 335 kasus pada 2023, 173 kasus pada 2024, dan 125 kasus pada 2025. Sementara itu, kasus AIDS baru tercatat sebanyak 105 kasus pada 2023, 35 kasus pada 2024, dan meningkat kembali menjadi 55 kasus pada 2025.

"Data tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui golongan usia remaja," ujar Elfi di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Rabu (12/8).

Inovasi Skrining Digital Youth Care

Dalam penelitiannya, tim Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menemukan bahwa proses penemuan awal perilaku berisiko di KPA Kota Cirebon sebelumnya tetap menggunakan kuesioner cetak. Metode manual ini mempunyai tantangan tersendiri, mulai dari waktu rekapitulasi nan lama hingga potensi kesalahan pencatatan.

Sebagai solusi, dikembangkanlah Youth Care, sebuah website instrumen skrining digital. Platform ini dirancang unik untuk remaja dengan fitur nan mencakup:

  • Skrining perilaku berisiko secara mandiri.
  • Hasil tingkat akibat instan.
  • Rekomendasi tindak lanjut medis alias psikologis.
  • Materi edukasi kesehatan reproduksi, HIV, dan AIDS.

“Teknologi semestinya tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana nan membantu remaja mengambil keputusan nan lebih sehat,” tegas Elfi. Ia menambahkan bahwa aspek kerahasiaan info pengguna menjadi prioritas utama dalam pengembangan website ini agar remaja merasa kondusif saat mengaksesnya.

Peran Strategis Guru dan Sekolah

Kegiatan ini juga melibatkan pembimbing mata pelajaran IPA dan PJOK SMP/MTs se-Kota Cirebon. Sekolah dinilai sebagai garda terdepan dalam membangun literasi kesehatan. Melalui pendekatan edukatif nan sesuai usia, materi HIV-AIDS tidak lagi menjadi perihal nan tabu alias menakutkan bagi siswa.

Elfi menekankan bahwa pembimbing berkedudukan sebagai penghubung antara teori di kelas dengan realitas kesehatan sehari-hari. Remaja dibekali keahlian untuk mengenali info nan benar, memahami risiko, serta mengetahui kapan dan ke mana kudu mencari support profesional.

Meski digitalisasi menjadi langkah maju, Elfi mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Hasil skrining digital kudu tetap diikuti dengan langkah nyata berupa konseling, pendampingan, dan rujukan medis nan tepat. Ke depan, penemuan Youth Care bakal terus dievaluasi untuk memandang kontribusinya terhadap perubahan perilaku remaja secara jangka panjang.

Langkah kolaboratif ini diharapkan bisa membentuk ekosistem kesehatan remaja di Kota Cirebon nan lebih adaptif dan responsif. Dengan membekali remaja melalui pengetahuan dan akses digital nan tepat, diharapkan mereka bisa menjaga masa depan dari ancaman HIV-AIDS dan IMS sejak dini.

Peserta Kegiatan:
Kegiatan ini dihadiri oleh tim peneliti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Kabag Kesra Setda Pemkot Cirebon, perwakilan RS Ciremai, KPA Kota Cirebon, Psikolog RSD Gunung Jati, serta pembimbing IPA dan PJOK SMP/MTs se-Kota Cirebon.

Selengkapnya