ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik dunia industri minuman ringan Indonesia menghadapi tantangan tekanan daya beli nan diikuti oleh lonjakan biaya impor bahan baku.
Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Triyono Prijosoesilo mengatakan sepanjang tahun 2025, volume penjualan minuman tercatat minus 0,5. Sementara pada kuartal I-2026 tumbuh 2% nan ditopang momen Lebaran nan tetap didominasi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) namun untuk minuman teh, jus, susu justru menurun imbas daya beli nan tertekan.
Selain itu industri minuman juga mengalami under-utilisasi akibat turunnya daya beli nan membikin deman belum maksimal hasilnya profitabilitas ikut tergerus. Menghadapi perihal ini, industri tengah mengincar sumber pertumbuhan segmen pasar nan tetap potensial seperti segmen minuman rendah gula.
Seperti apa tekanan nan dialami oleh industri minuman? Selengkapnya simak perbincangan Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Triyono Prijosoesilo dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 30/06/2026)
Add
source on Google

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·