ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan personil sekte keagamaan berpengaruh di Filipina, Iglesia Ni Cristo (INC), menggelar tindakan unjuk rasa di Manila, Selasa (30/6/2026). Aksi tersebut digelar menyusul rencana pemerintah mendakwa Senator Rodante Marcoleta, dalam kasus dugaan korupsi biaya kampanye.
Demonstrasi tersebut berjalan sehari setelah Ombudsman Filipina mengumumkan bahwa Marcoleta, personil INC sekaligus sekutu Wakil Presiden nan bakal dimakzulkan, Sara Duterte, bakal didakwa lantaran diduga tidak melaporkan sisa biaya kampanye pemilu. Dana tersebut diyakini sebesar 75 juta peso Filipina alias sekitar Rp22,2 miliar.
"Ini adalah protes kilat," kata peserta tindakan Rodel Gundrean, 56 tahun, sebagaimana dimuat CNA dari AFP, dikutip Rabu (1/7/2026).
"Seperti nan Anda ketahui, Iglesia Ni Cristo hanyalah satu tubuh. Dengan satu perintah saja, semua orang bakal mengikuti," katanya menyebut sekte keagamaan itu.
Peserta lainnya, Marc Raeden Quemada, mengatakan dirinya telah berada di letak sejak pukul 06.00 pagi dan tidak beriktikad meninggalkan area demonstrasi sampai disuruh pulang. Hingga pukul 14.00 waktu setempat kemarin, kepolisian memperkirakan sekitar 12.000 orang telah berkumpul di letak dan memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan di ibu kota.
Kasus Marcoleta menjadi sorotan lantaran dia dikenal sebagai personil INC sekaligus salah satu loyalis kubu Duterte di Senat. Kehadirannya diperkirakan menjadi bunyi krusial dalam sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte nan dijadwalkan dimulai pekan depan.
"Kami mau menunjukkan mereka bahwa keadilan selektif adalah ketidakadilan dan kami tidak bakal tinggal diam," ujar ahli bicaraINC Edwil Zabala menegaskan tindakan tersebut bermaksud menuntut transparansi dalam penanganan kasus Marcoleta.
Sara Duterte juga mengecam langkah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Menurutnya, pemerintah telah "mempersenjatai sistem peradilan dengan mengusulkan kasus dan memenjarakan perseorangan nan berani berbincang menentang dugaan korupsi".
Gelombang penyelidikan terhadap tokoh-tokoh nan dekat dengan family Duterte semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Senator Jose "Jinggoy" Estrada didakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pengendalian banjir fiktif.
Sementara itu, Senator Ronald "Bato" Dela Rosa dilaporkan berlindung setelah nyaris ditangkap berasas surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional. Hal ini mengenai perang narkoba era mantan Presiden Rodrigo Duterte.
Di sisi lain, di tengah memanasnya situasi politik, Presiden Marcos membatalkan agenda makan siang berbareng media asing untuk memantau perkembangan demonstrasi. Sidang pemakzulan Sara Duterte dijadwalkan dimulai pada 6 Juli, dengan sedikitnya 16 dari 24 senator kudu menyatakan bersalah agar dia dicopot dari kedudukan wakil presiden dan dilarang menduduki kedudukan publik secara permanen.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·