Video Detik-Detik "Gempa Terkuat Abad 21" Guncang Kolombia, 138 Tewas

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi mengguncang Kolombia, Senin waktu setempat. Dalam pembaruan terbaru, mengutip RT, ada 138 korban tewas dan sekitar 570 orang luka-luka. 

Sejumlah video memperlihatkan detik-detik saat gempa dengan magnitudo 7,4 itu mengguncang wilayah barat Kolombia. Di antaranya Departemen Valle del Cauca, Caldas, Choco, dan Risaralda.

Dalam X @trasversal_hgo, terlihat gimana kepanikan terjadi ketika guncangan gempa merubuhkan genting di Cali, Valle del Cauca. Reruntuhan langsung menimpa penduduk nan tengah berlarian panik.

"Momen saat empat orang sukses melarikan diri dari Klinik Cayre di Cali, Kolombia. Namun, mereka tertimpa anjungan nan runtuh," tulis akun itu juga dimuat RT.

[Gambas:Twitter]

Dalam video lain dimuat @infomedia, diperlihatkan juga dinding-dinding rubuh saat gempa terjadi. Beruntung perihal tersebut tidak menimpa penduduk nan berlari.

"Pusat manajemen pemerintahan Kota Cali juga terdampak oleh gempa bumi," tulis akun X itu dalam bahasa Spanyol nan diterjemahkan, tetap merujuk laman nan sama.

[Gambas:Twitter]

Laman sama juga memuat gimana kepanikan di Pereira, Risaralda. Runtuhnya sejumlah struktur gedung di Manizales, Caldas, juga diperlihatkan.

"Gedung runtuh di Pereira," tulisnya.

[Gambas:Twitter]

"Runtuhnya sejumlah struktur gedung di Manizales," ujarnya lagi.

[Gambas:Twitter]

Presiden Abelardo de la Espriella nan baru dilantik mengumumkan darurat nasional seraya berbicara pemerintah berkomitmen untuk mengerahkan semua sumber daya menolong korban dan mengevakuasi gedung nan terdampak. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menjanjikan support darurat senilai US$15,5 juta (sekitar Rp 275,82 miliar) kepada Kolombia untuk keperluan "tempat penampungan, makanan, perlindungan, dan penilaian akibat gempa bumi".

Badan Geologi Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai "gempa terkuat nan melanda negara itu pada abad ke-21". Gempa terjadi usai gempa kembar melanda Venezuela Juni lalu.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya