ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia- Sepanjang paruh pertama tahun 2026, BPOM sukses mencatatkan sejumlah pencapaian nan membanggakan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar menyebut BPOM sukses meraih status WHO Listed Authority (WLA) nan menunjukkan bahwa BPOM sukses mencapai Maturity Level-4 di semua aspek sebagai corak pengakuan tertinggi bagi regulator obat dan vaksin dunia.
BPOM mendapat pengakuan dari bumi internasional seperti dari United States Pharmacopeia (USP). Indonesia sebagai satu-satunya negara berkembang sukses masuk 10 WLA sehingga memperkuat posisi Indonesia di bumi obat dan vaksin dunia sekaligus dapat memberi akibat jasa pengawasan obat dan makanan hingga memberi kesempatan menarik investasi ke Indonesia.
Status WLA ini membikin produksi vaksin RI menjadi buruan banyak negara hingga mencapai 150 negara. Contohnya Pakistan nan mengambil 1,5 Miliar dosis vaksin anak dan ibu mengandung dari Indonesia dari sebelumnya berasal dari India apalagi beragam obat produk Indonesia juga masuk ke Uni Eropa.
ke Depan, BPOM mempersiapkan kebijakan baru mengenai penilaian bagi produk terapi advanced (Advanced Therapy Medicinal Products alias ATMP) sehingga diharapkan dapat meningkatkan standarisasi obat Indonesia nan diakui dunia.
BPOM juga tengah mendorong perbaikan tata Kelola peredaran obat bebas terbatas nan dikeluarkan melalui Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 ditujukan untuk memperkuat sistem pengawasan pengelolaan dan bahan obat hingga proses pengedaran dan penjualan obat sesuai standar dan dalam pengawasan tenaga kefarmasian.
BPOM bakal bekerjasama dengan minimarket hingga Koperasi Desa Merah Putih dalam pengedaran dan penjualan obat bebas maupun obat bebas terbatas.
Selengkapnya simak perbincangan Mercy Widjaja dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrardalam Economic Update, CNBC Indonesia (Senin, 29/06/2026)
Add
source on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·