Video: Jumhur Hidayat dan Target 100 Hari Pertama Jadi Menteri LH

1 hari yang lalu 6
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat menyampaikan hasil dari pertemuan Kementerian Lingkungan Hidup alias KLH dalam London Climate Action Week (LCAW).

Dalam aktivitas nan mengumpulkan pemimpin global, pelaku upaya dan organisasi dan bermaksud mengakselerasi tindakan iklim terdapat 3 perihal Utama nan dibahas ialah perubahan iklim, daya baru dan terbarukan (EBT) dan biodiversitas alias keanekaragaman hayati.

Dalam LCAW ini, Indonesia membawa misi mengenai 'climate justice' nan mengenai mitigasi, penyesuaian dan upaya nan mendorong kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Dalam transisi energi, RI juga mendorong upaya menekan emisi karbon namun juga kudu memberikan solusi bagi pekerja sektor fosil nan ditinggalkan.

Terkait biodiversity, Indonesia menjadi negara dengan keanekaragaman hayati bumi sehingga Indonesia didorong untuk menjadi pemimpin dalam pengolahannya.

Sebagai Menteri LH nan baru, Jumhur Hidayat dalam 100 hari pertama kepemimpinan mendapat tugas dari Presiden Prabowo mengenai penanganan sampah dan pengembangan proyek waste to energy (WTE) melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) nan pada fase awal dikembangkan di Kota Bekasi, Bogor Raya dan Denpasar Raya.

Di sisi lain, sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat juga berfokus pada upaya menjaga lingkungan hidup nan pada 10 tahun terakhir terabaikan, hasilnya ada 447 Pemkot/Pemkab dan lebih dari 3.000 perusahaan nan disanksi lantaran pelanggaran pengelolaan lingkungan.

Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Rabu, 01/07/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya