ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia- Musim tandus kering imbas kejadian El Nino 2026 diharapkan menjadi kesempatan bagi peningkatan produksi garam nasional.
Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose optimistis terhadap upaya mendorong produksi garam nan sudah mulai melakukan panen beberapa bulan lampau sehingga sasaran produksi 380 - 400 ribu ton bisa tercapai di 2026.
Di sisi lain peningkatan kualitas dan produksi garam rakyat serta industri garam lain maka kebutuhan garam industri pangan bisa terpenuhi. Diperkirakan peningkatan produksi garam nasional di 2026 bisa naik 450% sehingga dapat menjadi jalan bagi tercapainya sasaran swasembada garam 2027.
Strategi intensifikasi dan ekstensifikasi menjadi konsentrasi pemerintah dalam mengerek produksi garam nasional diantaranya melalui pemanfaatan Kembali tambak lama hingga itu industri menampung air garam lebih awal sebagai persediaan produksi garam mengantisipasi musim hujan di kemudian hari.
Selain itu Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao nan secara berjenjang bakal dikembangkan di lahan 10.000 hektare nan bakal meningkatkan produksi maupun kualitas garam nasional. Saat ini K-SIGN sudah selesai 731 hektare ditargetkan bisa menghasilkan garam 140 ribu ton dan jika Sudah mencapai 10.000 hektare maka produksi bisa 1,8 - 2 juta ton garam.
Selain itu penerapan teknologi juga menjadi strategi nan bakal mendongkrak produksi garam RI. Selengkapnya simak perbincangan Shania Alatas dengan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Kamis, 08/07/2026)
Add
source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·