Jakarta, CNBC Indonesia- Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi sebagai satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM memastikan peran dan tugasnya dalam mengelola dan mendistribusikan dan pembiayaan untuk memperkuat koperasi.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Krisdianto Soedarmono menyebut LPDB Koperasi telah beraksi sejak tahun 2006 dan pada 2026 ini ditargetkan dapat menyalurkan biaya bergulir Rp 2,1 Triliun sehingga total pembiayaan sudah mencapai Rp 22 Triliun kepada 3.900 koperasi.
LPDB Koperasi memberikan akibat positif bagi penguatan permodalan koperasi baik untuk modal kerja dan investasi dengan suku kembang nan menarik sehingga membantu upaya koperasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
LPDB mempunyai sejumlah strategi ialah memprioritaskan pada program pemerintah termasuk proyek strategi nasional (PSN) dan focus pada koperasi sektor riil lantaran mengenai langsung dengan ekonomi rakyat. LPDB Koperasi juga mendorong penguatan tata Kelola koperasi dan tertib manajemen serta mempunyai sertifikasi pengurus.
LPDB Koperasi juga konsentrasi menyalurkan pembiayaan ke koperasi nan terafiliasi dengan koperasi nan beraliansi dengan program strategis nasional pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP. Lalu Seperti peran LPDP Koperasi mendorong pengembangan koperasi? Selengkapnya simak perbincangan Shafinaz Nachiar dengan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Krisdianto Soedarmono dalam Profit, CNBC Indonesia (Selasa, 18/08/2026)

1 hari yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·