ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia- Industri plastik nasional menghadapi sejumlah tantangan di tengah gejolak ekonomi dan ketidakpastian global. Ketua Umum Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), Henry Chevalier mengatakan industri plastik dalam keadaan wait and see mengingat sektor ini sangat tergantung pada kesiapan bahan baku hingga kepastian hukum.
Aphindo mengatakan terdapat kebijakan pemerintah nan tidak berkawan dengan industri plastik mengenai bea masuk impor bahan baku plastik nan memerlukan insentif seiring dengan lonjakan nilai dan gangguan logistik bahan baku impor termasuk nafta.
Industri hilir plastik tidak lepas dari kondisi sektor hulu sehingga saat industri petrokimia tetap menghadapi tantangan utilisasi maka bahan baku industri hilir kudu didapat dari impor. Di tengah kondisi ini dan pelemahan nilai tukar Rupiah, maka kenaikan nilai bahan baku dan kelangkaan bahan baku industri hilir plastik menjadi tantangan.
Di sisi lain, serbuan produk jadi plastik impor juga menjadi tantangan bagi daya saing bagi produk dalam negeri utamanya seperti produk wrapping pack nan saat ini nyaris 40% impor serta karung plastik beras dan semen.
Selengkapnya simak perbincangan Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), Henry Chevalierdalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Rabu, 01/07/2026)
Add
source on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·