ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan lonjakan nilai minyak dan gas bumi menjadi penyebab utama defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026. Setelah memperkuat di area surplus selama enam tahun terakhir, neraca perdagangan Indonesia akhirnya kembali mengalami defisit. Badan Pusat Statistik mencatat, pada Mei 2026 Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar USD 1,61 Miliar. Angka ini muncul lantaran nilai impor Indonesia lebih besar dibandingkan nilai ekspornya.
Selengkapnya dalam program Profit CNBC Indonesia (Kamis, 02/07/2026) berikut ini.
Add
source on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·