Jakarta, CNBC Indonesia- PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai perusahaan tambang mineral terintegrasi di Indonesia memastikan komitmennya dalam mendukung perekonomian nasional melalui pajak, deviden, royalti maupun pungutan lainnya.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas nan bertepatan dengan seremoni HUT ke-81 RI di Tembaga Pura, Papua Tengah mengatakan tahun 2026 sebagai tahun penuh tantangan bagi PTFI lantaran tetap dalam masa pemulihan usai kejadian longsoran lumpur basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) tahun 2025.
Di tengah proses pemulihan produksi, PTFI memastikan proses operasi terus berjalan dan kontribusi PTFI ke negara dipastikan terus bersambung dengan nilai puluhan miliar Dolar AS sejak 1973. Pada tahun 2025 Freeport Indonesia telah berkontribusi lebih dari USD 4,7 Miliar alias Rp 75 Triliun namun di tengah masa pemulihan pada 2026 diperkirakan kontribusi PTFI sebesar Rp 47 Triliun Dan menargetkan kontribusi dapat mencapai Rp 120 Triliun per Tahun pada tahun 2028.
PTI terus memastikan untuk berproduksi secara kondusif dan berkepanjangan dengan mendukung kesejahteraan dan ekonomi wilayah serta masyarakat lokal. Bagi Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah, PTFI memperkuat koordinasi dengan Pemda dan Pemprov dalam mensinergikan program memajukan ekonomi, sosial budaya, infrastruktur, UMKM, Kesehatan lewat program berobat gratis, Pendidikan berbobot sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan kab Mimika dengan Indeks Pembangunan Manusia Kab. Mimika mencapai 77,25 lebih tinggi dari IPM nasional.
Dari sisi produksi, PTFI menargetkan operasi penuh pada tahun 2028 sehingga bisa berkontribusi ke negara lebih dari USD 7 Miliar setara Rp 120 Triliun. Sementara bagi wilayah PTFI menggelontorkan investasi lokal USD 100 Juta per tahun dalam corak program hingga tahun 2041 dengan focus, Kesehatan, Pendidikan, pemberdayaan ekonomi, olahraga, sosial ekonomi masyarakat adat.
Seperti apa masa depan pertambangan di Freeport Indonesia? Selengkapnya simak perbincangan Maria Katarina dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 20/08/2026)

11 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·