ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi tak biasa seorang petani di Jombang, Jawa Timur, menjadi sorotan warganet. Pria paruh baya itu itu viral usai membagikan momen saat menaiki drone berukuran besar untuk pulang dari kebun pisangnya.
Dalam video nan diunggah melalui akun TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1, sang kakek tampak berjuntai pada drone nan mengangkat tubuhnya ke udara.
Drone tersebut kemudian menerbangkannya melintasi kebun menuju rumah. Berdasarkan keterangan dalam unggahan, perjalanan udara itu menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman pun merespons perihal tersebut. Dia membuka kesempatan penggunaan drone untuk mengangkut hasil pertanian, terutama dari lahan nan belum mempunyai jalan upaya tani. Gagasan itu dia sampaikan di tengah dorongan modernisasi pertanian nan sekarang terus dipercepat pemerintah.
Amran mengatakan, Kementerian Pertanian saat ini tengah mengakselerasi sistem intensifikasi lewat pendekatan pertanian modern. Menurut dia, transformasi pertanian bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki kesejahteraan petani.
Ia menyinggung penggunaan drone di sektor pertanian. Amran menuturkan, pemanfaatan drone ke depan tidak hanya berakhir untuk mendukung proses tanam. Ia mau teknologi itu juga bisa dipakai untuk mengangkut gabah, terutama di area pertanian nan akses jalannya tetap terbatas.
"Tapi kelak ke depan, ini dicatat. Nanti nan tidak ada jalan upaya tani, ngangkutnya lantaran bisa 100 kilogram, mengangkut gabahnya (bisa) pakai drone. Bener nggak? Cantik kan? Setelah dipakai untuk tanam, terus dipakai juga drone itu di tahap berikutnya," kata Amran saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Seorang petani menuju kebun menggunakan drone. (Tangkapan Layar Tiktok/@mbahkaruhon.tiktok.com1) Foto: Seorang petani menuju kebun menggunakan drone. (Tangkapan Layar Tiktok/@mbahkaruhon.tiktok.com1)
Menurut dia, penggunaan drone untuk mengangkut gabah bisa menjadi solusi bagi petani di wilayah nan belum mempunyai jalan upaya tani. Dengan kapabilitas angkut nan dibayangkan mencapai 100 kilogram, drone diharapkan bisa membantu pengedaran hasil panen dari lahan ke titik pengumpulan.
Amran menambahkan, pengembangan teknologi semacam ini sejalan dengan riset nan juga dia lakukan selama menjabat sebagai menteri. Ia mengaku tetap aktif meneliti dan sudah menghasilkan dua kewenangan paten dalam dua tahun terakhir.
"Sambil (menjadi) menteri saya juga meneliti. Selama jadi menteri dua tahun ini sudah dua kewenangan paten," ujarnya.
"Aku menteri meneliti juga berbareng Pak Wamentan. Cantik kan? Jadi kelak itu angkat gabah nan tidak ada jalan upaya tani bisa pakai drone. Tanam pakai drone," lanjut dia.
Gagasan itu, kata Amran, menjadi bagian dari transformasi pertanian modern nan mau terus dipercepat pemerintah. Harapannya, penggunaan teknologi di lapangan tak hanya membikin proses budidaya lebih efisien, tetapi juga membantu petani saat membawa hasil panen dari lahan.
"Nah, sekarang kita kejar, pendekatannya adalah kesejahteraan. Transformasi pertanian modern besar-besaran, itu dengan memperhatikan kesejahteraan petani," pungkas Amran.
(wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·