loading...
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan terdapat tiga pola utama penyebaran hoaks mengenai demonstrasi di media sosial. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI, media sosial dipenuhi beragam unggahan video demonstrasi nan memicu kekhawatiran di masyarakat. Video tersebut beredar tanpa keterangan waktu, lokasi, maupun konteks nan jelas, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah sedang terjadi tindakan demonstrasi besar di beragam daerah.
Menyikapi perihal itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, terdapat tiga pola utama penyebaran hoaks mengenai demonstrasi di media sosial. Pertama, konten nan sepenuhnya tidak pernah terjadi tetapi dibuat seolah-olah nyata.
Baca juga: Hoaks dan Video Lama Demonstrasi Kembali Beredar, Menko Polkam Pastikan Situasi Tetap Kondusif
Kedua, video demonstrasi lama nan diunggah kembali tanpa menjelaskan waktu kejadian sehingga memberi kesan sebagai peristiwa baru. Ketiga, rekaman demonstrasi dari negara lain nan diklaim terjadi di Indonesia.
"Ada nan betul-betul hoaks lantaran kejadiannya tidak pernah ada. Ada nan menggunakan gambar lama dengan konteks nan berbeda. Ada pula nan menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia," kata Meutya, dikutip Kamis (6/8/2026).









English (US) ·
Indonesian (ID) ·