Jakarta, CNN Indonesia --
Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, sempat mendesak wasit mengeluarkan kartu merah untuk Marc Cucurella di final Piala Dunia 2026.
Alasannya, Cucurella dianggap menutup mulut ketika sedang berbincang dengan Messi. Berdasarkan patokan terbaru FIFA, aktivitas tutup mulut dianggap sebagai pelanggaran serius.
Namun wasit Slavko Vincic tak memberi kartu merah untuk Cucurella. Dalam tayangan ulang, pemain 27 tahun itu hanya menyentuh bibir sepersekian detik tanpa menutup mulut ketika berbicara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini berbeda dengan kasus Miguel Almiron, pemain Paraguay nan mendapat kartu merah lantaran menutup mulut. Wasit langsung memberi kartu merah untuk mengusir sang pemain ketika menghadapi Turki di Piala Dunia 2026.
Miguel Almiron bukan satu-satunya pemain nan dihukum kartu merah lantaran dianggap menutup mulut ketika berbicara. Pemain Ekuador, Piero Hincapie, juga mengalami perihal serupa di babak 32 besar.
Namun wasit tak memandang aktivitas tangan di mulut serta-merta sebagai tindakan terlarang dalam sepak bola modern. Ketika pemain Inggris, Harry Kane berbincang dengan wasit dengan tangan ke arah mulut juga tidak diberi kartu merah.
Padahal dalam pertandingan Inggris vs Argentina itu, terlihat Kane seakan menempatkan tangannya di sekitar mulut. Namun lantaran konteksnya dipandang bukan sengaja menutupi ujaran ke arah negatif, wasit tak memberi hukuman kepada Kane.
Sanksi kartu merah terhadap pemain nan menutup mulut baru diterapkan di Piala Dunia 2026. Ini lantaran dalam pertandingan Real Madrid vs Benfica ada kejadian serupa dengan nuansa rasialisme.
Pemain Real Madrid, Vinicius Jr melaporkan bahwa penggawa Benfica, Gianluca Prestianni menutup mulut ketika menyampaikan kata-kata tendensius bersuara rasialisme.
(ikw/ikw/jun)
Add
as a preferred source on Google

1 hari yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·