Penyaluran support air bersih oleh PMI di Kabupaten Grobogan nan mulai dilanda kekeringan akibat tidak ada hujan selama beberapa bulan terakhir.(Dok Istimewa)
KEBUTUHAN air bersih untuk support di sejumlah wilayah terlanda kekeringan di Jawa Tengah diperkirakan meningkat pada bulan Agustus mendatang, tetapi kesiapan air bersih untuk support dipangkas hingga 70 persen dari 123-129 juta leter menjadi 44-46 juta liter lantaran kenaikan nilai BBM.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (19/7) jumlah wilayah terlanda kekeringan akibat tandus di Jawa Tengah terus meluas, sekarang tercatat sudah 16 wilayah tetapkan siaga musibah kekeringan dan support air bersih untuk penduduk terdampak terus meningkat di 15 wilayah seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Kabupaten Semarang dan Pemalang.
Hingga saat ini support air bersih sudah disalurkan okeh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.258.000 liter (660 tangki) diperuntukkan 30.378 family (81.297 jiwa) di sejumlah wilayah terlanda kekeringan tersebut, apalagi mengingat pada Agustus-September mendatang merupakan puncak kemarau, maka diperkirakan jumlah kebutuhan air untuk support meningkat.
"Untuk bulan Agustus mendatang kebutuhan air bersih untuk support wilayah terlanda kekeringan diperkirakan mencapai 4 juta liter, " kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penangggungan Minggu (19/7).
Menurut Bergas Catursasi Penangggungan meskipun secara kalkulasi jumlah kesiapan air bersih untuk support tetap mencukupi menghadapi musin tandus dan musibah kekeringan, namun terjadi persoalan dengan kesiapan air bersih tersebut lantaran adanya pemangkasan hingga 70 persen.
Ketersediaan air bersih untuk support kekeringan, ungkap Bergas Catursasi Penangggungan, pada awalnya disiapkan 123-129 juta liter sesuai c dengan anggaran nan ada, namun akibat adanya kebaikan bahan bakar minyak (BBM) dilakukan pemangkasan 70 persen hingga sekarang hanya tersedia 44-46 juta liter.
Sebelum adanya bentrok di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, lanjut Bergas Catursasi Penangggungan, BPBD Jawa Tengah merencanakan penyiapan support air bersih sebanyak 123 juta liter untuk musim kemarau tahun ini, tetapi nomor tersebut berkurang lantaran biaya operasional dan sumber daya manusia (SDM) meningkat akibat kebaikan nilai BBM.
Setelah penyaluran support air bersih di bekasan wilayah hingga 3,2 juta liter tersebut, demikian Bergas Catursasi Penangggungan, sisa support air bersih nan tetap dapat disalurkan BPBD Jawa Tengah untuk wilayah dilanda kekeringan tersisa sekitar 40 juta liter, kareba kenaikan nilai BBM itu memaksa lembaga ini melakukan penyesuaian.
Diharapkan memasuki Oktober, November dan Desember mendatang, tutur Bergas Catursasi Penangggungan, sudah mulai diguyur hujan di area nan saat ini dilanda kekeringan, sehingga kebutuhan support air bersih berkurang apalagi zero. "Kita kudu merevisi dan menyesuaikan biaya operasional ke depan," tambahnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·